Welcome blog Mba Nana

Diario Area | Diario Travel | Diario Outfit | Diario Love | Diario Diario

Sabtu, 06 April 2019

Mba Nana Casual Outfit (Ancient Weirdos)


Kembali lagi di seputar diario area mba nana yang adalah casual outfit versi mba nana. Baik outfitnya hanya sekedar atasan dan bawahan, atau dipadukan dengan aksesoris dan luaran mewah kinclong-kinclong pun namanya tetap casual outfit ya? HAHA kesimpulannya, kesan yang disimpulkan memicu nilai casual so the name of this description it is Casual Outfit by me! Huehehehe

Nama yang gue tulis diatas adalah 'ancient weirdos'. Kalau dibuka di google translate, kata ancient berarti kuno, dan kata weird berarti aneh atau weirdo berarti orang aneh, dan hanya ditambahi imbuhan an di pangkal kalimat supaya menyerupai khas mba nana bingit! So, arti dari ancient weirdos merupakan orang aneh kuno, atau aneh kuno. And anyway, Casual Outfit mba nana kali ini mengidentikkan pakaian atau outfit yang melambangkan kuno dan aneh tapi tetap terkesan casual. Hanya saja terdapat nilai-nilai seperti yang di sebutkan tadi. Langsung aja cus mari!

From toe to head


Kala itu gue belum banyak memilah-milah sepatu. Seadanya sepatu semisal hanya ada satu sepatu yang oke dimata, chus akan langsung gue kenakan. Seperti contoh sepatu diatas, adalah bagian sepatu yang sebenarnya mempunyai nilai tambah sebagai pelengkap outfit casual kali ini. Gak terkesan nyentrik sama sekali, biasa aja. Benar-benar nilai casual sekali disini.


Naik ke celana, gue mengenakan denim ber-merk Lea. Untuk teman-teman yang sesama jadul seperti gue pasti tau denim ini, apalagi merk Lea benar-benar sudah dikenal kok. Denim ini termasuk kategori kuno karena modelnya yang besar dibagian sepanjang kaki. Enggak membentuk model kaki melainkan si denim ini punya bentuk tersendiri. Identik dengan denim kuno. 


Untuk Top Flower diatas sebenarnya bukan atasan, melainkan adalah Daster! Daster bulek gue. Bulek adalah sebutan bibi di dalam bahasa jawa. Waktu terakhir kali gue mudik, bulek gue membawa banyak baju-bajunya yang udah gak dipakai lagi entah karena kekecilan, atau gak suka lagi. Disitulah peluang gue untuk hunting baju-baju kuno era jadul. Terlebih, bulek gue banyak menyimpan baju-baju lama yang masih dipakai dia sampai sekarang. Wah gue senang bukan main dong! Huehe. 

Kembali ke top flower yang gue kenakan. Hanya begitu aja modelnya. Dengan lengan nyaris seperti tank top, buat bagian ketiak gue kadang nyaris kelihatan. Motif bunga-bunga kuno benar-benar buat baju makin terlihat seperti outfit kuno dengan model yang juga percis kuno. 


Untuk aksesoris gue hanya membawa kacamata pink transparan. Warnanya yang nyentrik tanpa riasan apapun buat outfit gue kala itu makin terlihat kuno. Keanehannya bisa dilihat dari pakaian jadul dicampur kacamata dengan warna menyala. Gue enggak memakai aksesoris lainnya, tanpa sabuk, dan tanpa outer sekaligus karena memang benar keadaan outfit saat itu ingin dibuat se-casual mungkin atau senyantai mungkin. 

So, mata-mata yang melihat pun juga enggak merasa terganggu, risih, atau membelalak perkara outfit yang gue kenakan amat menyala. Tapi justru menghasilkan kesan 'biasa aja' atau casual tapi tetap bergaya walaupun tentunya akan muncul di benak para penglihat seperti jadul atau kuno nya outfit yang gue kenakan dan dipadupadankan. 

This is, my casual outfit Ancient Weirdos 







Fotographer khangshomay

Minggu, 31 Maret 2019

Isi benakku saat itu


Sampai detik ini pun otakku masih buntu untuk menelaah semua kejadian, hanya ingatan yang masih terus menempel pekat dan semua rasa masih terus tersentuh. Biarkan aku bicara disini, dan tolong diam... 


Cuma aku dan hanya aku adalah manusia jahat menyerupai iblis di bumi. Cuma aku yang paling tega daripada wujud yang katanya terkenal dengan ke tegaannya. Dan cuma aku yang memang tak punya hati nurani. Aku lah yang paling bersalah. 

Tak ada dunia kelam di hidupku, sedatarnya hidup hanya sebatas perjalanan umur manusia. Aku tidak benar-benar tahu se kelam apa duniamu sana, seburuk apakah cerita kehidupanmu dulu, aku pun hanya bisa menyelami semua yang kau rasa sebagai wujud bahwa ini lah rasa ku peduli. Aku datang karena kau bisa buat orang-orang bahagia, dan juga khawatir, virusnya pun sampai untukku. Tapi banyaknya rasa mu untuk ku justru buat ku semakin bahagia. Ini aneh

Kalau bisa disebut, kau juga manusia jahat yang tak punya aturan karena merampas kebahagiaan orang lain tapi ku sadari itu pun bukan salah mu sepenuhnya. Perjuangan iming-iming belaka juga sering kau lakukan bahkan semua pembicaraan yang tak terlihat juga muncul di setiap kali kita bertatap entah baik atau bukan itu tujuannya.

Sesuatu yang tak pernah ku sangka ketika kau berucap kata per kata penuh makna dan kau bilang itu adalah sebuah barisan doa. Oh tuhan... Untuk menulis saat ini pun rasanya tak sampai hati. Kerang yang pernah kau makan seketika ingatanmu menjadi aku, ah bagaimana mungkin? Dinginnya angin malam, gigilan di tubuh, keperdulian itu, ah bagaimana mungkin aku bisa lupa? 

Cukupkan semua. Aku selalu benci setiap kali kita bertemu, tetapi bukan sepenuhnya bagian itu adalah benci, tahukah kau bahwa hari itu pernah menjadi rasa bahagia yang paling terasa? Tak sadarkah bahwa itu adalah surgaku merasa hidup? Tetapi bagian yang pedih adalah ketika aku bisa bahagia di bawah penderitaan banyak mata. Ini lah yang paling tersial di legenda hidup. Bagaimana mungkin seseorang bisa merasa hidup di bawah penderitaan banyaknya orang yang disayang? Otakmu mungkin berbeda dari kebanyakan. Selama kau bersamaku, kau berfikir membantuku di belakang sayap adalah yang paling benar, tak sadarkah dengan begitu justru membuat semua doa dan impian kita kian menjauh? Kau bukan membantuku, kau justru buatku semakin terpuruk, orang-orang yang menyayangiku kita sakiti bersama, dan kau memihak pada benakmu yang buat semua orang tak setuju. Itu semua sebuah kesengajaan dan bukan harap kita untuk terus begitu, tapi entah mengapa aku bisa-bisanya menikmati itu semua.

Di awal memang aku benar punya rasa buatmu, hati ku tak menipu ini semua karena ini semua benar dari hati rasanya. Tetapi semakin terus mengalun, kau semakin ku kenal. Di setiap kata kejujuran mu, semua isi dari cerita belakamu buat ku tak habis pikir, benarkah orang jahat ada? Bukan itu yang ku maksud, kau jahat kepada siapa saja yang kau ingin lakukan tapi kau baik padaku, aku percaya itu dan itu benar konyol.

Semua ucapan yang tersiar memang dari hati karena isinya berefek ke hati pula. Semua kenangan indah masih tersimpan, semua tempat yang pernah kita bicarakan takkan pernah ku lupa. Dan semua orang yang pernah kau ceritakan adalah bagian dari isi ingatan ku tentangmu. Biarlah semua kini tentang perjuangan pengorbanan dan permainan kata hati yang terjadi selama jenjang kini. 

Kau ingat, ucapan mu terakhir kali bahwasannya tak ada perempuan normal yang cocok untukmu, kekasih lama mu pun tampak tak normal buatmu. Orang-orang takut entah mereka takut atau menganggap mu bijak, itu berbeda. Cukup ubah cara pikirmu tentang segala kebenaran, ubah sikap bicara yang tak seharusnya dibicara, jangan buat orang melihatmu seram karena tak seharusnya orang mudah menilai seperti apa kita. Orang bicara kau amat menakutkan, tapi hatimu lebih lembut daripada sutra, otakmu pandai mengolah hidup dan semua trik terlahir dari bagaimana otakmu merancang sesuatu. Cukup kan itu semua untuk perihal yang tidak baik 

Tak ada orang normal yang ingin dengan orang yang bukan normal. Kau berucap kekasih lama tidak normal untukmu, pun aku merasa begitu. Mungkinkah seseorang ditakdirkan bersama dengan mereka yang tidak sepadan dengannya? Bila ikhtisar jodoh seperti itu, mungkin manusia di bumi hanya perlu menerima dengan ikhlas. Tidak ada kata persetan dengan ikhlas, ikhlas itu lahir dari hati. Tak perlu tidak perduli, seharusnya kau perduli supaya hatimu berdamai dengan keadaan. Tidak ada neraka hidup, semua adalah kenikmatan entah baik atau buruknya keadaan yang dicipta. 

Yang pergi, pergilah dengan damai. Jalanku sebenarnya pun masih tak tahu arah kemana hanya mengikuti iringan yang mereka sebut itu adalah yang terbaik. Aku pun tak tahu tujuan, mungkin cuma aku dan hanya aku di dunia ini yang hanya ikhlas menikmati perjalanan yang semua asalnya belum sepenuhnya dari hati. Tak perlu di fikir, kau pun sudah masa bodo karena pilihanku, biar lah


Sabtu, 23 Maret 2019

Melipir Dessert Museum


Sekitaran bulan Mei 2018 tahun lalu di daerah supermall karawaci ada event Dessert Museum yang unik abis. Sebelumnya gue belum pernah tahu tentang event macam begini, tapi setelah googling dan buka youtube, gue nemuin banyak tempat yang bisa dijadikan spot foto dari event Dessert Museum. Wohooo kesenangan gue banget tuh!!! Langsung deh gue melancong kala bulan mei di tahun lalu...


Sampai di Mall Karawaci, mata gue langsung menjelajah buat mencari dimana aja letak spot foto, karena kalau dilihat dari internet banyak banget tuh tempat lucu buat jadi spot foto! Tapi enggak dengan ini, gue pun bingung. Justru di event ini lebih banyak sedia jajanan dessert dan beberapa tempat untuk dipakai nongkrong beserta stage yang stagenya memang kosong tanpa pengisi acara. 



Berbagai jajanan jadul sedia untuk dijual disana. Berbagai peralatan masak ala jadul pun juga sedia disana. Permen rokok-rokokan yang entah rasanya bagaimana pun juga ada disana. Jadi pingin cobain biar rasa balik ke era 90 lagi hueheee. Enggak cuman jajanan jadul, setiap toko yang sedia disana pun juga menjual jajanan-jajanan manis seperti ice cream, kue serabut, jajanan korea pun juga ada. Tapi kalau disini mungkin lebih ke jajanan korea ala Indonesia ya.




Banyaknya toko yang jual jajanan bikin gue pingin cobain semuanya, tapi sayang kondisi keuangan harus tetap terjaga dan tidak boleh boros dikarenakan masa itu gue masih jadi mahasiswi yang enggak punya pemasukan pribadi huhuhuuu #sampahmasyarakat. 

Karena enggak mau dateng sekedar dateng tanpa icip-icip sedikit, gue pun membeli satu jajanan ala korea. Adek gue sih yang pingin cobain ini makanan, katanya dia ini jajanan ala korea. Gue sih nurut aja. 


Setelah gue icip satu gigitan... Ini beneran mirip sama richese nabati kaya keju!!! Jawaban adek gue bilang begini, "Itu kan rasa keju mbak, ya mirip richese nabati". Gue diem, kalo begini mah mending beli wafer richese nabati rasa keju di warung seharga gopek an, taburin coklat keras (abis ditaro freezer), taburin meses atau manik manik kayak gambar diatas. Untuk asapnya kasih aja asap vaporizer terus emut deh sambil dimakan. Lahap pasti!

Tapi karena gue udah membeli ini seharga dua puluh ribuan, lumayan lah ya buat kantong mahasiswi gembel kayak gue. Jadinya gue nikmatin aja deh. Lumayan bisa buat nambah bahan pamer postingan di snapstory sekaligus jadi bahan video. Keren kan makanan bisa keluar asepnya? Kapan lagi kan huehehe

Makan satu buat berdua. Ini pengiritan atau penggembelan :(

Setelah makan kita melipir ke tempat lain karena masih penasaran sama spot foto yang jadi tujuan awal gue melancong kemari. Akhirnya nemu dong tapi ternyata cuma sedia satu spot foto. Untung lucu, sok gue langsung jepret-jepret aja. 



Waktu gue foto kedua anak diatas, satu harapan gue kalau suatu hari anak gue cowo, gue berharap anak gue kayak mereka. Kelihatan alim, lucu, baik-baik aja. Saat difoto bisa bergaya, itu sesuatu yang lucu bukan? 

Loh kok dari Dessert Museum topik pembahasannya malah berubah jadi ke anak orang yaaa? Skippp, ini foto gue sama adek. Bisa bedain kan mana Mbak mana Adek? Jangan ketuker yaaa



Sabtu, 16 Maret 2019

Bekerja atau ingin bercerita?

Hai guys. Sedikit cerita dan bila berkenan gue pingin utarain kenangan yang pernah gue alami dan itu benar-benar jadi satu kepaduan cerita di hidup ibarat the best memorable lah ya huahaha. Gue mulai...

Kalau kalian tahu jalan cerita disini, berarti kalian pernah jadi teman gue yang turut ikut menjadi satu cerita dari pengalaman hidup masa bekerja. Well, seperti yang kalian pernah baca kalau gue abis lulus dari jenjang perkuliahan tahun lalu tepat di bulan Juni akhir. Masalah setelah lulus berlanjut untuk, "Abis ini gue mau ngapain?" dan akhirnya gue dapet pekerjaan yang menurut gue sendiri ini pekerjaan absurd banget. Enggak seperti yang orang-orang bayangkan (termasuk gue). Bayangan seperti prosedur sudah tertata jelas, karyawan sudah banyak, hanya kerja sebatasnya bekerja. Tapi enggak dengan disini. Semuanya amat diluar pikiran. 

Bulan november akhir di hari sabtu, gue diajak bokap untuk nemenin doi sebagai translator karena hari itu doi bakal di wawancara sama bos dari Hong kong. Doi berharap kalau misalkan doi enggak lolos keterima, gue yang bisa diterima Ehem udah kayak lamaran pinang bakal. Civi lengkap gue bawa dalam bentuk bahasa inggris, dan sampai disana kita nunggu agak sedikit lama sampai akhirnya mereka turun dari tempat penginapan, datangi gue dan bokap

"Hey, Andre..?" Doi memanggil bokap, gue pun diperkenalkan 
"Nana" Senyum gue mengembang, gue tegang spot jantung karena ini kedua kalinya gue ngobrol langsung sama turis. Untuk yang pertama saat kursus di EF, guru nya turis juga. Karena si bos enggak begitu ganteng, spot jantung gue enggak begitu meletup-letup, masih terjaga iramanya. Kita diajak untuk makan siang bareng menuju restoran yang banyak daging nya. Mata gue membelalak bengkak, si bos memesan makanan enggak di kontrol, pesan sebanyak-banyaknya sampe udah kenyang pun masih disuruh nambah. Kayaknya turis asing doyan makan ya, begitu isi benak gue kala itu.

Keesokannya gue dikabari kalau gue lolos kerja di perusahaan orang Hong kong ini dan bisa mulai kerja di tanggal 3 oktober. Pada hari pertama kerja, gue enggak diperkenalkan ke karyawan mereka, ke kantor pun juga enggak. Lantas bingung dong? Gue mulai dibuatkan email perusahaan dan tertera ada banyak nama disana, tapi dimana orang-orangnya? Oh ya karena kantor enggak ada, gue pun kemana-mana selalu bersama mereka, 2 bos hongkong itu. Karena ini perusahaan retail atau penjualan, kita bareng-bareng cari barang, dijual lagi, dan begitu seterusnya tanpa perlu mikirin tempat atau kantor perusahaan untuk sementara waktu. 

Gue bekerja sendiri, bos memerintah untuk gue mendapat banyak karyawan makanya kenapa akhir-akhir kemarin gue sering untuk pos info kerja. Satu minggu kemudian udah ada 3 orang baru yang masuk, di minggu berikutnya nambah lagi dan begitu seterusnya sampai akhirnya gue punya teman sesama Human Resourch. Awalnya emang semua sistem masih enggak jelas. Apalagi karena bos adalah turis asing, kebanyakan dari kita lebih sering salah faham sama yang doi maksud. Kalo udah salah faham udah ribet kasusnya kemana-mana.

Sekitaran di bulan kedua untuk pertama kalinya gue dan tim disuruh ke daerah karawang tujuannya ngajak kerjasama dengan salah satu perusahaan disana. Ih ini bener-bener amazing momment banget buat gue seorang! Ditugaskan keluar untuk jalin kerjasama. Dari sini gue pun dapet wawasan dan pelajaran baru. Emang ya, perusahaan baru buka selain dari ngasih banyak kebingungan juga ngasih tambahan pelajaran dan wawasan yang bisa dipetik. Brilliant sekali rasanya.




Bulan ke bulan terus berlanjut, step by step yang gue lakuin ialah berasal dari pengalaman dan pemikiran sendiri beserta bantuan mbah google. Seperti cara wawancara karyawan baru, cara berfikir dalam periklanan, dan sikap tentunya, begitu pun juga dengan teman-teman lainnya. Semua bekerja sesuai dengan pemikiran kita masing-masing yang mencoba serba tahu ngelakuin kebenaran dalam bekerja di perusahaan star up. Ceilah kebenaran. 

Makin lama akhirnya perusahaan ini bisa buka cabang toko di salah satu mall, itu adalah sesuatu yang enggak gue sangka! Bagaimana mungkin dalam empat bulan kedepan akhirnya perusahaan ini bisa punya banyak karyawan (ini sih gue yang nemuin hahahaha mon maap gue sombong), bisa punya tagline (kinerja semua karyawan), bisa punya relasi sama beberapa perusahaan lain, terlebih bisa buka store di salah satu mall. Ini yang paling gue banggakan, sebangga gue bisa lahir di tanah air. Ceilah gitu.



Beberapa sales boy dan sales girl yang sedia ditempatin di store-store mall. Padahal di bulan pertama gue kerja disana, rencana bos adalah kita semua sebagai karyawan akan ditempatkan di store-store mall sebagai sales dan gak ada karyawan yang mengatur sebagai tim manajemen. Ini rencana awalnya tapi akhirnya berubah seiring negara api menyerang. 


Kita udah mulai ada toko di salah satu mall. Karena enggak mau ketinggalan eksis, gue pun ikut campur untuk foto bareng kawanan ganteng-ganteng serigala. Gue yang awalnya cuma sendirian akhirnya bisa sampai di tahap ini dimana perusahaan udah sedikit bisa merangkak, suatu kebanggaan aja gitu karena artinya gue bisa bantu perusahaan ini untuk merangkak dikit demi sedikit huehehe. 

Flashback sebentar. Di hari kedua gue bekerja disini, rasa ingin minggat atau kabur lari pun terbesit ada karena memang awalnya terbentuk perusahaan ini dengan enggak adanya kejelasan yang pasti buat gue sebagai karyawan. Tapi karena kata-kata bokap yang bilang begini, "kalau kamu keluar, ya sudah selesai. Kamu gak akan tahu apa-apa" Disini lah hati gue tergoyah untuk mencari tahu sesuatu. Apa benar ini perusahaan atau bagaimana? Selain itu, rasa kasihan gue ke 2 orang bos hong kong ini pun juga ada, gue kasihan sama mereka karena udah tinggal satu bulan lamanya di Indonesia dan masih belum nemuin 1 karyawan yang setia.

Bos kedua gue curhat kalau dia punya anak di China. Gue ngerasa dia jauh-jauh ke indonesia untuk bekerja mencari uang untuk keluarganya di china sana. Kalau gue keluar, pasti mereka akan berdua lagi dan mencari karyawan lagi. Begitu seterusnya. Karena perihal ini pun bikin hati nurani gue tergerak untuk bantu mereka. 

Dan ternyata dari perjalanan beberapa bulan ini sangat memberi gue pelajaran terbaru. Perusahaan star up disini memang amat meragukan bagi gue tapi mungkin karena namanya adalah star up, ya seperti inilah ala kadarnya. Selain dari ucapan bokap yang menjadi alasan kenapa gue masih bertahan, selain juga daripada uang, dan selain juga karena kedua bos, yakni gue juga pingin ngerasain adanya perang dingin sesama teman kantor. Dan itu benar kejadian di bulan-bulan kelima huahaha.

Ternyata rasanya konflik batin sesama teman kerja tuh begini, amat seru dan kesal. Untung hal tersebut juga jadi tujuan gue kerja disini, ya gue amat mensyukuri itu semua sampai akhirnya pun gue kena senggol no bacok huahaha, hal ini tentu udah biasa dialami sama kalian yang pengalaman kerjanya udah setinggi kebon duren. Ternyata rasanya begini ya... semenusuk ini huehehe. 

Drama-drama di lingkup kerja bener-bener bikin gue jadi makin sadar letak kekurangan gue dan lainnya. Perusahaan ini bener-bener ngasih banyak pelajaran buat gue. Baik kenangan baiknya maupun pahitnya. Sungguh, saat jelang pisah untuk pamitan dengan teman-teman semua, disitu rasanya gue pingin nangis. Nangis bahagia karena akhirnya bisa lepas dari perusahaan itu. Dimana gue memang bekerja make hati, dan semua yang gue kerjakan memang dasarnya dari hati dan harus berakhir pula dengan hati bahkan sayangnya segala jenis yang tidak baik pun juga menggunakan hati.

Awal gue kerja disana bos gue bilang begini, "I need people who have a big heart". Dia butuh orang yang punya hati besar, rela menerima apapun. Maka dari itu, gue pun bisa menerima dan melepas yang terjadi dengan hati besar atau berlapang dada karena memang sejatinya manusia harus seperti itu bukan? 



Penampakan terakhir sebelum gue cabut. Hello and good bye!

Minggu, 27 Januari 2019

Cerita ku sudah di hari itu

Kalau sudah begini aku bingung untuk kemana. Ingin pulang tapi berat rasanya, ingin melalang tapi tak punya tujuan. Aku dilanda dilema. Tak ingin kembali pada lingkaran amarah pulang, tak ingin pula seperti hilang arah tujuan. Aku berjalan saja, sesekali mungkin ada hiburan ditengah perjalanan. 

Aku habis menangis, kuhempas saja tangis itu pada pinggir jalan yang kering. Dirumah sana tempatku beradu bicara. Entah kenapa suasananya kurang menyejuk. Ibu, ayah, semua bertengkar. Hanya adik yang menangis meraung-raung. Ah mungkin sedang dilanda masalah semuanya, aku pun juga begitu. Kekasih ku beradu cakap denganku sampai semuanya kini menjadi kesalahanku. Lelah rasanya. Kini tak ku perdulikan lagi, ku hiraukan itu semua. Aku berjalan setapak demi setapak meninggalkan jejak gundah di hati. Tak terasa terlalu lama berjalan buatku lelah sendiri. 

Sembari berjalan sebentar ku temukan mesin minuman yang dijajakan pinggir jalan. Siang itu sedikit panas rasanya. Ku cari koin dalam kantong celana, tak ketemu. Ku gerogoh isi dalam tas, tak juga ketemu. Ku ambil dompet kecil disana, ku buka, teliti dengan jelas dimana letak sisaan koin, akhirnya dapat. Ku cemplungkan koin itu dalam kotak mesin minuman, terjebak jatuh dan menggali sendiri. Ku tekan tombol coca cola pada gambar supaya minuman yang ku ingin itulah akan ku dapat. Ditegaknya hingga hampir habis. Ah dahaga, kerongkonganku sudah pulih kembali dari panasnya rasa karena hampir empat jam aku belum minum air.


Sudah lama begini masih juga suasana hati belum pulih. Benakku terus termenung akan kejadian kemarin. Ibu membawa koper dan tas besar beranjak ingin pulang katanya, adikku menahannya, isak tangis terus meraung-raung. Aku hanya melihat cuplikan itu, teriakan kencang sedikit-dikit ku dengar tapi tak ku hiraukan. Ku asyik sibuk dengan pikiranku. Dalam telepon genggam hanya berisi barisan chat yang buatku sakit. Berawal saat kekasih selalu menyudutkanku, hingga aku mencoba untuk melanturkan maaf terus-menerus, kini maaf itu menjadi sebuah kebiasaan untukku. Kata maaf tidak lagi sulit untuk diucap, alangkah sangat mudahnya, melantur berat menjadi lanturan ringan. Keikhlasan hatiku untuk selalu mengaku salah, kini aku bisa.

Ternyata air mataku sudah jatuh, anganku gelap, aku dimabuk kenangan pahit kemarin. Semua ini buatku tak nyaman. Ada apa dengan keluargaku? Ada apa dengan kisah cintaku? Ada apa pula denganku? Aku kalut dalam kesibukan yang harusnya tak perlu dipikirkan. Semakin ku tenggelam, semakin sakit rasanya. Ku coba diam untuk menegakkan hati, mencoba menerima semuanya, mencoba tak memikirkan semuanya. Kucoba... kucoba...


Ah aku menemukan satu pack pocky cokelat. Perutku juga masih belum terisi makanan sedari semalam, aku puasa hampir satu hari sepertinya. Itulah kelebihanku, disaat gulana yang ku rasa, makan dan minum pun suatu pantangan yang memang tak pernah ku ingat. Apalagi ku dambakan. Sepertinya kini kondisi hatiku sedikit mulai membaik, setelah menangis lagi, rasa lapar mulai terasa pada perutku. Ku raih pocky dalam tas, dibukanya pelan bungkus itu yang masih tertutup rapat. Aku memakan pada gigitan pertama. Manis...


Berjalan mencari tempat sejuk disekitar sana, kurasa aku memilih bagian luar ruangan. Mataku haus akan pemandangan. Berjalan sedikit jauh sampai menemukan tempat peristirahatan. Tapi tak juga ku termukan hingga aku melihat ada tempat yang bisa di duduki dijauh sana. Ku dudukkan diriku disana, tak memandang apapun pikiranku tak tahu kemana. Mataku tersorot pada awan cerah diatas sana. Matahari rupanya sedang mengumpat, suasana mendung tapi tak menurunkan air hujan buat benakku kelabu tak punya tujuan. Aku seperti melamun tanpa arah, semua masalahku tiba-tiba saja lenyap. Ku habiskan pocky sedikit demi sedikit. Rupanya aku sedang menikmati kesendirian


Awan cerah tapi gelapnya terkadang muncul. Serupa dengan hatiku, cerah memang tapi sesekali panasnya hati terasa, buatku tenggelam kembali dalam angan kemarau. Aku benci akan suasana hati yang sedih. Tiba-tiba seseorang datang, meminta ijin untuk duduk disampingku, tidak terlalu dekat karena dia masih menjaga jarak, kami sama-sama tidak mengenali satu sama lain. Seseorang itu tersenyum simpul, aku membalasnya. Ku tawari ia pocky jajanan yang sedang ku santap, diterimanya dan di gigitnya cepat. Tiba-tiba ia bercerita. Keadaan hatinya sama seperti yang ku rasa hanya saja masalahnya yang berbeda.

"... kalau sedih cukup di hati, wajah jangan sampai terbawa sedih... Nanti orang lain jadi ikut terbawa sedih..." Begitu katanya...


Ia melanjut lagi,

"Kesedihan hari ini, cukup sampai sini. Esok ada cerita lain yang berbeda. Jangan bawa sedih hari ini untuk esok. Cukup di terima, dan di kenang bila perlu, atau di lupa bila tidak bermanfaat..." 

Itu kalimat terakhirnya, ia menoleh dan tersenyum. Bangkit, berjalan berlalu hingga sosoknya hilang dari pandanganku. Aku sendiri lagi, tersenyum. Otakku kini stabil, rasa hatiku menjadi lebih baik lagi. Semua masalah pasti kan terjadi, memang hanya perlu dilewati. Tak perlu berlebihan. Jalani saja. Dan sudahi itu semua

Senin, 17 Desember 2018

Tamasya Mesin Waktu generasi 90

Hasil gambar untuk tamasya mesin waktuhttps://www.google.com/search?q=tamasya+mesin+waktu&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwix_KbXgKffAhWHbisKHZf8B5QQ_AUIDigB&biw=1366&bih=626#imgrc=IxFxqGraykPzIM:

29 Juli tahun 2018 lalu lekas melipir ke event dimana disana tempatnya kita anak era 90 bisa nostalgia sama yang lalu-lalu. Bagian yang lalu seperti bahagia, sedih, suka, duka, seperti mantan mainan, musik, jajanan, dan masih banyak lagi. Jadi apa yang di dapat disana? Langsung aja ku ceritakan disini. Jadi begini...



Sore hari terang, sampai disana dengan keadaan tempat yang lumayan ramai pengunjung. Entah mereka adalah keluarga, sepasang kekasih, gerombolan anak-anak beserta geng-an kapaknya, dan anak-anak kecil yang main kesana kesini. Sepertinya senyum era 90 sudah mulai mengembang disini...


Banyak permainan seru disana seperti lompat karet, galaksi, dan engklek. Untuk mainan-mainan lapangan seperti ini, mereka tim tamasya mesin waktu hanya menyediakan karet untuk lompat karet, gambaran di lapangan dan batu kecil untuk permainan lompat gunung, serta lapangan luas yang diberi garis-garis kotak untuk permainan galaksi. Kita cuma tinggal atur team dan main deh! 



Ada tempat yang memang isi ruangannya hanya sekedar gambaran seperti diatas. Bisa untuk background foto nih. Bisa juga jadi tempat untuk mencari inspirasi pikiran. Jalan lagi kesana kemari, tertarik, "ada mainan yang bisa dicobaaa nih" pandangan terarah ke secarik kertas bergambar yang belum ada warnanya. Abang-abang penjaga menyodor kertas bergambar, segera memilih satu gambar orang lagi pacaran dalam bentuk anime. Segeralah diberi warna supaya cantik rupanya dan hasrat berubah jadi bahagia.





Setelah gambar selesai, abang-abang penjaga memberi satu hadiah Robot Gundam yeay! Senang rasanya dapat mainan masa lalu. Padahal di jaman anak-anak enggak pernah pegang mainan anak laki-laki, gundu pun enggak. Paling jauh mainan laki-laki cuma batu tujuh, galaksi, petak umpet (Itu semua pun juga mainan untuk gen pria dan wanita). Mainan tangan hanya barbie, masak-masakan, dan boneka.

Melipir ke tempat lain mencari sesuatu yang bisa membahagiakan lainnya. Ah! Ketemu satu tempat yang cukup menarik dimata. Banyak kursi empuknya dengan warna warni dan hiasan yang super duper menarik. Ternyata disana tempat nyaman untuk bisa menonton siaran televisi era channel 90an. Tak cuma sekedar menonton, banyak hidangan yang dijajakan di pinggirannya. Hidangan cemal cemil seperti sosis, telur gulung, dan aneka makanan lainnya. Puas deh rasanya!







Sengaja memilih teh leci sebagai peneman senja kala itu. Rasanya dingin dan sejuk serta satu buah yang tersedia di dalamnya mampu bikin hati dahaga dan puas akan kenikmatan kala itu. Bahagiaku di era nostalgia tahun 90 sudah mulai terasa. Senja sudah mulai hilang, matahari berganti bintang malam. Terang berganti gelap. Sontak lampu-lampu lucu mulai dinyalakan. Keliling lagi untuk mencari tahu semuanya



Jaman dulu chiki chuba selalu jadi incaran setiap istirahat pertama di sekolah. Harganya cuma lima ratus rupiah dan rasanya benar-benar gurih. Banyak teman-teman celamitan gara-gara chiki chuba. Bungkusnya yang kecil dan isinya yang enggak banyak, bikin kita penikmat chiki chuba selalu nagih dan nagih. Beli sampai lupa waktu, beli sampai habis uang yang penting menampol rasanya yes.


Cahaya malam sudah mulai menyala. Gelapnya dunia sudah meredup digantikan dengan cahaya gemerlap malam. Aku melipir mencari permainan lainnya. Ada layar-layar menyala disana dengan gambar-gambar anime yang masih agak kaku, seperti jaman kuno dulu. Game-game yang menyala disana buatku ingin mencoba semua permainan disana. Ah tapi sayang mengantri, jadi ku tunggu sampai orang-orang disana sudah bosan. 



Permainan perang-perangan selalu jadi yang utama. Pingin rasanya mainan mario bros, tapi sayang mario bros cuma hanya ada di satu televisi sementara orang yang main disitu masih juga belum beranjak dan masih banyak orang-orang lainnya yang sudah mengantre di barisan belakang sana. Ya sudah deh, nikmati aja. 

Berlalu hilir lagi, terdapat video game yang tidak terlalu ramai pengunjung. Mencoba main metal slug disana. Sepertinya seru walaupun bermainnya harus dengan berdiri. Ah tidak akan lama, tidak sampai lima menit. Paling juga hanya satu menit. 



Sudah mulai larut. Cek sound diluar sana sudah sedikit bersenandung. Setelah puas bermain aku beranjak keluar melihat yura sudah mulai beraksi bawa suara. Cahaya gemerlap lampu panggung sudah nampak, hampir khilaf rasanya terbawa suasana. Selagi khilaf masih dalam batas positif, aku nikmati saja. Khilafku adalah karena iringan lagu terdengar santai, gejolak hasrat terbawa asmara, aku dirancau ingin menari hangat dan bersenandung ria rasanya. Malam itu rasanya peluhku damai.



Terlalu padat. Ingin lebih maju tapi sudah lelah rasanya. Bahagiaku mungkin sudah cukup di detik itu untuk nostalgia era 90an. Aku beranjak pulang, melupakan segala pedih yang lalu dan bahagia nostalgia masa kecilku kembali terasa, masih terkenang hingga detik ini kembali teringat lagi akan kejadian di masa kecil dulu. Era 90 adalah bahagia. Walaupun ada kenangan yang pahit, pedih, duka, biarlah terjadi, itu semua kan menjadi kenangan bahagia karena sesungguhnya segala kenangan yang terjadi merupakan suatu pembelajaran hidup yang harus dikenang, tanpa perlu dilupa. 

I Love You Era 90. We gonna miss you. 

With love,
Williana Nana
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Fransisca Williana Nana
Lihat profil lengkapku

Followers

total human

Follow Us

BTemplates.com

About Us

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts