Welcome blog Mba Nana

Diario Area | Diario Travel | Diario Outfit | Diario Love | Diario Diario

Selasa, 20 Agustus 2019

Ku lantunkan untuk keluarga

Pesan ini ku buat untuk hati kita semua...

Pernah kah kalian merasa bahagia dalam suatu lingkup yang setara keadaannya dengan perihal rasa hati masing-masing? Di dalam sana terasa sejuk walaupun sering berdiam ucapan. Di dalam sana terasa damai walaupun tak pernah beradu ungkap isi fikiran. Di dalam sana terasa pula kesal dan amarah walaupun selang beberapa menit kemudian masih tersirat kata maaf untuk mengampuni. 

Sedekat nadi dan sejauh angan, hubungan ini bisa menjadi sangat dekat bahkan pula menjadi sangat jauh bila terpisah jarak. Untuk kali ini dan pertama kalinya ku ucapkan aku sangat merindukan keluarga. Aku memang masih tinggal dirumah, tempatku pulang. Tapi disini, didalam rumah ini tak terasa keluarga ku benar berada disini, mereka semua pergi bahkan kelak atau entah mungkin sebentar lagi atau kapan pun itu, ganti aku lah yang akan pergi dari rumah untuk tinggal sehidup semati bersama pasangan hidup. 

Jauh dari rumah, berpisah, dirumah serasa berbeda, dan semua rasa kenangan keluarga yang sudah tak terasa lagi kebersamaannya, aku percaya semua manusia bisa merasa itu. Dulu sewaktu aku kecil dimana hari-hari hanya habis untuk keluarga sampai-sampai benar bosan rasanya. Padahal saat itu pernah ada yang berkata bahwa aku harus menikmati waktu itu. Kebersamaannya akan sulit terulang kelak aku dewasa. Dan kini semua benar berubah, waktu untuk keluarga rasanya benar hilang, apalagi kini adik paling bontot harus pisah daerah untuk jenjang sekolahnya. Rasanya semakin dijauhkan dari kenangannya kini. 

Keluarga bukan sekedar tempat bersama untuk merintis hidup sebelum jenjang menikah, tetapi mereka lah rumah untuk rebah dari problematika hidup yang mungkin sulit untuk ditempuh bila sendiri. Keluarga memang tidak banyak membantu untuk problematika isi hati, tapi mereka lah wadah pelipur isi hati yang paling mujarab selain dari hal nya kekasih. Memang tidak banyak yang tersirat dalam ucapan dengan keluarga, tapi sedikit lantunan suaranya, itu lah energi penyembuh hati kalau kau tak pernah sendiri dan masih ada orang yang mengasihimu dan masih bersanding di sisi mu, dalam kondisi apapun. 

Hasil gambar untuk tumblr awan

Kamis, 25 Juli 2019

Indonesia International Pet Expo 2018 Ice Bsd


Di tahun 2018 lalu ada event International Pet Expo tempatnya di BSD City, seperti yang kalian tahu kalau BSD bukan kawasan jauh dari tempat tinggal gue sendiri. Dimana sekarang BSD udah semakin ramai, semakin banyak event yang diadain disana, semakin banyak pelancong Jakarta berhamburan icip-icip daerah bsd sekalian. Wawww semakin merasa bangga lah gue karena yang mulanya gue bagai orang pinggiran tangerang, akhirnya lambat laun jadi orang kotaan huahaha.

                       

Awal masuk, kalian akan disuguhkan untuk mengantri Ticket Box di dekat pintu masuk. Walaupun panjang antriannya, gue tetap sedia antri karena niat untuk ngerasain binatang-binatang disepanjang jalur udah sampai ke 1000%. Rasa antusiasnya ngalahin rasa pertama kali gue kepo icipin masakan seblak. Benar-benar dibuat gila bahagia begitu masuk dan ngeliat ada banyak anjing berserakan. Awww bukan main senangnya!

Begitu masuk, ada banyak hewan disana terlebih banyak doggo. Anjing-anjing terawat keliaran kesana kemari. Selain mata gue mendadak berubah warna ijo saat ngeliat baju-baju di mall, ternyata kebawa ijo juga pas liatin anjing-anjing keliaran kesana kemari. Ah jatuh cinta melihat pemandangan anjing yang lagi bengong, lagi pup sembarangan, lagi melet gara-gara laper, dan lagi pasang wajah sumringah. Semuanya lucu pokoknya!

Gak cuman ada doggo. Baik binatang reptil, serangga, dan jenis lain yang gue enggak tau sebutannya juga ada disana. Ayam dengan ekor panjang pun ada. Reptil yang aneh-aneh bentuknya tapi lucu di mata pun juga ada. Mata gue benar dicuci oleh pemandangan alamiah yang belum pernah gue lihat sebelumnya. Fantastis sih!

By the way gue dateng ke event ini dua kali dalam pertahun 2018 kemarin. Gue pun niat datang dua kali ke event ini dengan durasi lebih dari tiga jam karena memang butuh waktu lebih banyak untuk terus merasakan yang seperti ini. Melihat banyak hewan jinak keliaran bareng manusia, ah benar-benar mempesona! Karena ini lah rasa yang dirasakan begitu masuk ke kawasan Pet Expo, otak langsung dibawa melalang ke dunia lain, beda dunia, rasanya membahagiakan kalau memang pecinta binatang. Dan satu hari untuk merasakan ini rasanya kurang puas.





Banyak juga para pengunjung datang dengan membawa hewan peliharaannya. Kebanyakan mayoritas membawa anjing, tapi ada juga yang membawa reptil kecil-kecilan atau bahkan kucing lucu terawat. Sekali lagi, kalau kalian pecinta binatang, mungkin tempat ini bisa disebut surga atau bahkan kebahagiaan seperti yang gue rasakan. Hehe aih matteee lah




Disana juga menjual makanan hewan-hewan. Tulang besar, makanan ikan, makanan ayam, dan makanan lainnya. Benar-benar lengkap! Surganya mata pecinta hewan dan surganya binatang-binatang merasa hidup. 





  

Jumat, 21 Juni 2019

Perihal ilusi itu




Aku membenci ilusi. Tapi tak dipungkiri aku pun sering melakukan ilusi.

Hari itu hari dimana hari-hari ku terasa kosong tapi sangat membebani. Ku tinggalkan dia yang memang bukan siapa-siapa dan akan selalu bukan siapa-siapa sampai kapanpun. 

Hari dimana kita terjalin esa yang sangat dekat, memang rasanya nikmat luar biasa tapi pun juga menyakitkan luar biasa dalam bayangan di masa depan. Sembari waktu berjalan, aku selalu terus berfikir luar biasa perihnya hati. Cinta terlarang memang buat luka dihati yang tak punya solusi apapun. 

Perbedaan agama, itu lah nomor utama. Bagaimana mungkin seseorang dapat mengkhianati orang tua hanya untuk berkorban demi sang pujaan hati yang katanya akan hidup sampai akhir hayat di kehidupan masa depan tetapi tanpa sebuah restu?

Orang tua tentu tak ingin anak mengingkari perjanjian dalam keluarga lantas bagaimana mungkin masa depan telak indah bila ijin restu kebahagiaan saja tidak diperoleh? 

Dan terlalu banyak alasan lainnya yang buat mereka tak bisa sejalan tuk mengabulkan harap dan impian di benak mereka. 

Hari-hari berlalu, ilusi itu pun muncul tanpa sebab. Ingatan tentang mereka, sedihnya rasa yang bukan atas keinginan hati, kepuasan yang tak kunjung di dapat, penderitaan untuk menahan segala perasaan, dan pengorbanan untuk telak menerima secara nyata bahwa faktanya mereka tak dapat kembali bertemu untuk menjalin kisah asa seperti yang pernah dirasa sebelumnya. Ini semua amat sangat sakit rasanya di malam hari. 

Sampai kini dua per tiga bulan telah berlalu pun terkadang indahnya rasa lalu masih terus terkenang. Aroma dan segala ingatan itu masih terus melekat dan kadang terlupa disaat berbagai aktivitas harian muncul. Aku pun yakin, beberapa bulan kedepan aku bisa melupa seluruhnya. Tapi tidak untuk ku buang. Semua yang pernah dirasa, dilakukan, diterima, dijalankan, takkan pernah memilih untuk di buang, karena ingatan kala itu bukan lah sampah buat ku. Mereka indah adanya 

Bila ilusi itu kembali datang, aku kan persilahkan. Ku terima kembali betapa malang dan pahitnya semua rasa. Ku genggam dalam pelukan semua pilu dan tangis. Malam itu aku pernah membeli hewan-hewan lautan yang sudah dimasak. Aku membeli sendiri. Aku teringat saat itu kita berdua yang membelinya bersama. Oh ya, aku selalu menapaki jalan yang dulu tengah kita tempuh bersama setiap harinya. Kali ini rasanya amat berbeda. Mula-mula sakit rasanya menapaki jalan itu sendiri, tapi kian lama rasanya hilang. Aku memang benar sendiri adanya kini tanpa kamu yang dulu menapaki jalan itu bersamaku.

Terakhir kali aku tahu kabarmu bahwa kamu pindah kediaman dengan alasan ingin mencari suasana baru. Apakah bayangku masih melekat di tempat kediaman sebelumnya? Aku terlalu percaya diri, aku harap bukan karena aku. Bukan karena bayang semu ku yang buat kamu memilih pindah persinggahan. Sungguh, aku kaget begitu tahu alasannya karena ku tahu, kamu sudah tinggal di tempat itu bertahun-tahun dan kalau hanya untuk mencari suasana baru, sekali lagi ku harap bukan karena ku.

Kini ilusi itu selalu muncul di setiap aku sendiri. Hanya terkadang disaat pikiran kosong. Tak pernah terlupa bahkan tak pernah pergi biarpun aku selalu membiarkannya pergi, tapi ilusi itu selalu melekat.

Tahukah kamu bahwa aku masih selalu di sisi mu dengan bersembunyi di balik topeng media sosial? Aku menjadi orang lain, dan kini kamu telah tertarik kepada orang itu. Aku tahu itu hanya pelarian mu saja bukan? Atau jangan-jangan dari kejauhan sana kamu pun juga tahu bahwa aku lah pengecut yang selalu sembunyi di balik akun sosial media bodong sana?

Percaya lah, sampai kini aku masih menggenggam ilusi kita 


(Di awal bulan Mei tulisan ini terlahir...)



Kamis, 30 Mei 2019

Erotis di malam kemarin

Hasil gambar untuk night dark room

Entah ini cuma perasaan, atau beneran ada hantunya. Tapi sepertinya cuma perasaan...

Tapi ini rasanya erotis. Kata erotis disini sebagai kiasan perilaku seksual yang berpengaruh ke pikiran. Perilaku yang dibuat oleh 'entah siapa dia' dan berhasil bikin pikiran suci jadi melalang antah berantah. Well, aku enggak bisa nilai mereka itu siapa karena bukti yang tepat pun juga gak punya dan enggak mau cari tahu lebih lanjut 'entah siapa dia'. Jadi begini tragedinya...

Pas itu hari jumat, dari siang hari udah mematung di gereja karena sibuk bantuin petugas pelayanan. Sore hari, niatnya pingin pulang seusai magrib tapi ternyata hujan turun jelang petang hari. Alhasil jadwal balik pun kendor sampai hujannya berhenti. Pukul tujuh malam hujan masih deras sampai akhirnya mulai agak reda di jam delapan. Langsung beres-beres untuk angkat gas motor melancong ke cafe upnormal pamulang karena rencananya akan nongkrong dulu sama teman lama. 

Selama dijalan tubuh menggigil, gerimis kecil belum juga berhenti. Jaket dingin, kondisinya enggak terlalu basah. Selama nongkrong semuanya tampak baik-baik aja hingga malam tiba, ceng cong kelar, aku balik pulang sekitar pukul sebelas.

Tibanya dirumah langsung ganti pakaian dan ngumpet di balik selimut karena suhu tubuh dingin, keadaan tenggorokan kala itu juga lagi sakit, kayaknya mau flu. Tiduran sembari main gadget. Begini isi benak, "atau mandi aja ya supaya badan jadi enakan?" Btw saat itu aku lagi sendirian dirumah. Ibu bapak adek pergi ke rumah satu lagi dan tidur disana, dirumah dalam keadaan ruang gelap gulita menyeluruh terkecuali lampu teras dan dapur. Pintu rumah pun dalam keadaan terkonci dari luar. Konci dipegang Ibu. Kalau ada apa-apa, cuma bisa nelpon mereka.

Malam itu guguk si bruno sikapnya lagi aneh, gong gongannya enggak karuan. Sesekali bruno nangis, pingin gong gong tapi kayak ke tahan, doi ketakutan tapi kekeuh untuk berani. Benak tetap prasangka baik walaupun otak udah mikir kemana-mana. Pukul 11.30 lekas mandi pake air dingin. Kelar mandi langsung balik selimutan tanpa ac atau kipas nyala. Kalau biasanya tidur dengan posisi kipas nyala menghadap ke arah badan, dalam artian kipasnya diam dan lurus. Kali ini karena benar-benar dibuat kedinginan dan nyaris dateng penyakit, aku tidur tanpa listrik menyala kecuali lampu teras dan dapur serta kipas dan ac tetap dalam keadaan mati. Rumah gelap tanpa perabotan yang menyala dan gak ada udara yang masuk. Benar-benar dingin

Kebesokannya aku bangun, buka mata, cahaya matahari mantul lewat kaca jendela. Aku dengar sesuatu semacam suara angin yang arahnya dari bawah kaki. Diam. Mikir lama. Lantas bangun menghadap kipas didepan dan ternyata kipasnya menyala. Kipas kecil nyala dan berputar, dalam artian kipasnya geleng-geleng, angin pun menjalar ke semua ruangan. Seingat otak, di malam hari sebelumnya seluruh listrik dalam keadaan mati total kecuali lampu teras dan dapur. Lantas siapa yang buat kipas jadi aktif? Apa nyokap? Langsung jalan ke pintu mencoba buka pintu. Engsel pintu masih terkonci. Aku diam memandang arah kipas. Bertanya-tanya siapa yang buat kipas jadi riweuh begini.

Kejadian yang aneh adalah kipas enggak mungkin bisa nyala sendiri walaupun kabelnya udah disambung ke saklar. Karena selama dirumah dan selalu pakai kipas, belum pernah dapet kejadian kipas bisa menyala sendiri. Di malam-malam biasanya kalau akan tidur, kipas menyala dengan posisi diam menghadap wajah dengan posisi menengadah. Beda kali ini, kipas geleng-geleng (berputar) dan posisi hadap kebawah (nunduk). Karena kalau mungkin semalam aku menyalakan kipas karena kepanasan, enggak akan mungkin kipas nyala dalam keadaan rusuh bukan sesuai selera. Dan lagi, aku enggak pernah kebangun tengah malam secara enggak sadar cuma untuk sekedar menyalakan listrik.

Kadang muncul lintasan benak seperti, apa mandi malem bikin mengundang hantu? Apa ada yang nemenin karena lagi dirumah sendirian? Apa sosok yang naksir lagi pingin berulah? Apa? Apa? Apa? Shitralala parno dong. Ini kejadian pertama, masih terus untuk think positif supaya hantunya pergi dari kamar.

Tapi di kejadian berikutnya, ada bau-bau enggak segar, dan itu serem banget. Saking takutnya sampai dibuat pingin ketawa karena takut tapi rasa-rasa ketahan, kayak bruno pingin menggong-gong tapi enggak bisa. Suka begitu memang isi pikiran



pic:https://www.google.com/search?safe=strict&biw=1366&bih=657&tbm=isch&sa=1&ei=UH_ZXJv_N4T2rQHm64D4Dw&q=night+dark+room&oq=night+dark+room&gs_l=img.3..0i8i30i19.10520.11385..11625...0.0..0.76.344.5......1....1..gws-wiz-img.......0i19j0i8i30j0i8i10i30.9kA4ZfkRpls#imgrc=dItqYI_mt3MnfM:

Sabtu, 06 April 2019

Mba Nana Casual Outfit (Ancient Weirdos)


Kembali lagi di seputar diario area mba nana yang adalah casual outfit versi mba nana. Baik outfitnya hanya sekedar atasan dan bawahan, atau dipadukan dengan aksesoris dan luaran mewah kinclong-kinclong pun namanya tetap casual outfit ya? HAHA kesimpulannya, kesan yang disimpulkan memicu nilai casual so the name of this description it is Casual Outfit by me! Huehehehe

Nama yang gue tulis diatas adalah 'ancient weirdos'. Kalau dibuka di google translate, kata ancient berarti kuno, dan kata weird berarti aneh atau weirdo berarti orang aneh, dan hanya ditambahi imbuhan an di pangkal kalimat supaya menyerupai khas mba nana bingit! So, arti dari ancient weirdos merupakan orang aneh kuno, atau aneh kuno. And anyway, Casual Outfit mba nana kali ini mengidentikkan pakaian atau outfit yang melambangkan kuno dan aneh tapi tetap terkesan casual. Hanya saja terdapat nilai-nilai seperti yang di sebutkan tadi. Langsung aja cus mari!

From toe to head


Kala itu gue belum banyak memilah-milah sepatu. Seadanya sepatu semisal hanya ada satu sepatu yang oke dimata, chus akan langsung gue kenakan. Seperti contoh sepatu diatas, adalah bagian sepatu yang sebenarnya mempunyai nilai tambah sebagai pelengkap outfit casual kali ini. Gak terkesan nyentrik sama sekali, biasa aja. Benar-benar nilai casual sekali disini.


Naik ke celana, gue mengenakan denim ber-merk Lea. Untuk teman-teman yang sesama jadul seperti gue pasti tau denim ini, apalagi merk Lea benar-benar sudah dikenal kok. Denim ini termasuk kategori kuno karena modelnya yang besar dibagian sepanjang kaki. Enggak membentuk model kaki melainkan si denim ini punya bentuk tersendiri. Identik dengan denim kuno. 


Untuk Top Flower diatas sebenarnya bukan atasan, melainkan adalah Daster! Daster bulek gue. Bulek adalah sebutan bibi di dalam bahasa jawa. Waktu terakhir kali gue mudik, bulek gue membawa banyak baju-bajunya yang udah gak dipakai lagi entah karena kekecilan, atau gak suka lagi. Disitulah peluang gue untuk hunting baju-baju kuno era jadul. Terlebih, bulek gue banyak menyimpan baju-baju lama yang masih dipakai dia sampai sekarang. Wah gue senang bukan main dong! Huehe. 

Kembali ke top flower yang gue kenakan. Hanya begitu aja modelnya. Dengan lengan nyaris seperti tank top, buat bagian ketiak gue kadang nyaris kelihatan. Motif bunga-bunga kuno benar-benar buat baju makin terlihat seperti outfit kuno dengan model yang juga percis kuno. 


Untuk aksesoris gue hanya membawa kacamata pink transparan. Warnanya yang nyentrik tanpa riasan apapun buat outfit gue kala itu makin terlihat kuno. Keanehannya bisa dilihat dari pakaian jadul dicampur kacamata dengan warna menyala. Gue enggak memakai aksesoris lainnya, tanpa sabuk, dan tanpa outer sekaligus karena memang benar keadaan outfit saat itu ingin dibuat se-casual mungkin atau senyantai mungkin. 

So, mata-mata yang melihat pun juga enggak merasa terganggu, risih, atau membelalak perkara outfit yang gue kenakan amat menyala. Tapi justru menghasilkan kesan 'biasa aja' atau casual tapi tetap bergaya walaupun tentunya akan muncul di benak para penglihat seperti jadul atau kuno nya outfit yang gue kenakan dan dipadupadankan. 

This is, my casual outfit Ancient Weirdos 







Fotographer khangshomay

Minggu, 31 Maret 2019

Isi benakku saat itu


Sampai detik ini pun otakku masih buntu untuk menelaah semua kejadian, hanya ingatan yang masih terus menempel pekat dan semua rasa masih terus tersentuh. Biarkan aku bicara disini, dan tolong diam... 


Cuma aku dan hanya aku adalah manusia jahat menyerupai iblis di bumi. Cuma aku yang paling tega daripada wujud yang katanya terkenal dengan ke tegaannya. Dan cuma aku yang memang tak punya hati nurani. Aku lah yang paling bersalah. 

Tak ada dunia kelam di hidupku, sedatarnya hidup hanya sebatas perjalanan umur manusia. Aku tidak benar-benar tahu se kelam apa duniamu sana, seburuk apakah cerita kehidupanmu dulu, aku pun hanya bisa menyelami semua yang kau rasa sebagai wujud bahwa ini lah rasa ku peduli. Aku datang karena kau bisa buat orang-orang bahagia, dan juga khawatir, virusnya pun sampai untukku. Tapi banyaknya rasa mu untuk ku justru buat ku semakin bahagia. Ini aneh

Kalau bisa disebut, kau juga manusia jahat yang tak punya aturan karena merampas kebahagiaan orang lain tapi ku sadari itu pun bukan salah mu sepenuhnya. Perjuangan iming-iming belaka juga sering kau lakukan bahkan semua pembicaraan yang tak terlihat juga muncul di setiap kali kita bertatap entah baik atau bukan itu tujuannya.

Sesuatu yang tak pernah ku sangka ketika kau berucap kata per kata penuh makna dan kau bilang itu adalah sebuah barisan doa. Oh tuhan... Untuk menulis saat ini pun rasanya tak sampai hati. Kerang yang pernah kau makan seketika ingatanmu menjadi aku, ah bagaimana mungkin? Dinginnya angin malam, gigilan di tubuh, keperdulian itu, ah bagaimana mungkin aku bisa lupa? 

Cukupkan semua. Aku selalu benci setiap kali kita bertemu, tetapi bukan sepenuhnya bagian itu adalah benci, tahukah kau bahwa hari itu pernah menjadi rasa bahagia yang paling terasa? Tak sadarkah bahwa itu adalah surgaku merasa hidup? Tetapi bagian yang pedih adalah ketika aku bisa bahagia di bawah penderitaan banyak mata. Ini lah yang paling tersial di legenda hidup. Bagaimana mungkin seseorang bisa merasa hidup di bawah penderitaan banyaknya orang yang disayang? Otakmu mungkin berbeda dari kebanyakan. Selama kau bersamaku, kau berfikir membantuku di belakang sayap adalah yang paling benar, tak sadarkah dengan begitu justru membuat semua doa dan impian kita kian menjauh? Kau bukan membantuku, kau justru buatku semakin terpuruk, orang-orang yang menyayangiku kita sakiti bersama, dan kau memihak pada benakmu yang buat semua orang tak setuju. Itu semua sebuah kesengajaan dan bukan harap kita untuk terus begitu, tapi entah mengapa aku bisa-bisanya menikmati itu semua.

Di awal memang aku benar punya rasa buatmu, hati ku tak menipu ini semua karena ini semua benar dari hati rasanya. Tetapi semakin terus mengalun, kau semakin ku kenal. Di setiap kata kejujuran mu, semua isi dari cerita belakamu buat ku tak habis pikir, benarkah orang jahat ada? Bukan itu yang ku maksud, kau jahat kepada siapa saja yang kau ingin lakukan tapi kau baik padaku, aku percaya itu dan itu benar konyol.

Semua ucapan yang tersiar memang dari hati karena isinya berefek ke hati pula. Semua kenangan indah masih tersimpan, semua tempat yang pernah kita bicarakan takkan pernah ku lupa. Dan semua orang yang pernah kau ceritakan adalah bagian dari isi ingatan ku tentangmu. Biarlah semua kini tentang perjuangan pengorbanan dan permainan kata hati yang terjadi selama jenjang kini. 

Kau ingat, ucapan mu terakhir kali bahwasannya tak ada perempuan normal yang cocok untukmu, kekasih lama mu pun tampak tak normal buatmu. Orang-orang takut entah mereka takut atau menganggap mu bijak, itu berbeda. Cukup ubah cara pikirmu tentang segala kebenaran, ubah sikap bicara yang tak seharusnya dibicara, jangan buat orang melihatmu seram karena tak seharusnya orang mudah menilai seperti apa kita. Orang bicara kau amat menakutkan, tapi hatimu lebih lembut daripada sutra, otakmu pandai mengolah hidup dan semua trik terlahir dari bagaimana otakmu merancang sesuatu. Cukup kan itu semua untuk perihal yang tidak baik 

Tak ada orang normal yang ingin dengan orang yang bukan normal. Kau berucap kekasih lama tidak normal untukmu, pun aku merasa begitu. Mungkinkah seseorang ditakdirkan bersama dengan mereka yang tidak sepadan dengannya? Bila ikhtisar jodoh seperti itu, mungkin manusia di bumi hanya perlu menerima dengan ikhlas. Tidak ada kata persetan dengan ikhlas, ikhlas itu lahir dari hati. Tak perlu tidak perduli, seharusnya kau perduli supaya hatimu berdamai dengan keadaan. Tidak ada neraka hidup, semua adalah kenikmatan entah baik atau buruknya keadaan yang dicipta. 

Yang pergi, pergilah dengan damai. Jalanku sebenarnya pun masih tak tahu arah kemana hanya mengikuti iringan yang mereka sebut itu adalah yang terbaik. Aku pun tak tahu tujuan, mungkin cuma aku dan hanya aku di dunia ini yang hanya ikhlas menikmati perjalanan yang semua asalnya belum sepenuhnya dari hati. Tak perlu di fikir, kau pun sudah masa bodo karena pilihanku, biar lah


Sabtu, 23 Maret 2019

Melipir Dessert Museum


Sekitaran bulan Mei 2018 tahun lalu di daerah supermall karawaci ada event Dessert Museum yang unik abis. Sebelumnya gue belum pernah tahu tentang event macam begini, tapi setelah googling dan buka youtube, gue nemuin banyak tempat yang bisa dijadikan spot foto dari event Dessert Museum. Wohooo kesenangan gue banget tuh!!! Langsung deh gue melancong kala bulan mei di tahun lalu...


Sampai di Mall Karawaci, mata gue langsung menjelajah buat mencari dimana aja letak spot foto, karena kalau dilihat dari internet banyak banget tuh tempat lucu buat jadi spot foto! Tapi enggak dengan ini, gue pun bingung. Justru di event ini lebih banyak sedia jajanan dessert dan beberapa tempat untuk dipakai nongkrong beserta stage yang stagenya memang kosong tanpa pengisi acara. 



Berbagai jajanan jadul sedia untuk dijual disana. Berbagai peralatan masak ala jadul pun juga sedia disana. Permen rokok-rokokan yang entah rasanya bagaimana pun juga ada disana. Jadi pingin cobain biar rasa balik ke era 90 lagi hueheee. Enggak cuman jajanan jadul, setiap toko yang sedia disana pun juga menjual jajanan-jajanan manis seperti ice cream, kue serabut, jajanan korea pun juga ada. Tapi kalau disini mungkin lebih ke jajanan korea ala Indonesia ya.




Banyaknya toko yang jual jajanan bikin gue pingin cobain semuanya, tapi sayang kondisi keuangan harus tetap terjaga dan tidak boleh boros dikarenakan masa itu gue masih jadi mahasiswi yang enggak punya pemasukan pribadi huhuhuuu #sampahmasyarakat. 

Karena enggak mau dateng sekedar dateng tanpa icip-icip sedikit, gue pun membeli satu jajanan ala korea. Adek gue sih yang pingin cobain ini makanan, katanya dia ini jajanan ala korea. Gue sih nurut aja. 


Setelah gue icip satu gigitan... Ini beneran mirip sama richese nabati kaya keju!!! Jawaban adek gue bilang begini, "Itu kan rasa keju mbak, ya mirip richese nabati". Gue diem, kalo begini mah mending beli wafer richese nabati rasa keju di warung seharga gopek an, taburin coklat keras (abis ditaro freezer), taburin meses atau manik manik kayak gambar diatas. Untuk asapnya kasih aja asap vaporizer terus emut deh sambil dimakan. Lahap pasti!

Tapi karena gue udah membeli ini seharga dua puluh ribuan, lumayan lah ya buat kantong mahasiswi gembel kayak gue. Jadinya gue nikmatin aja deh. Lumayan bisa buat nambah bahan pamer postingan di snapstory sekaligus jadi bahan video. Keren kan makanan bisa keluar asepnya? Kapan lagi kan huehehe

Makan satu buat berdua. Ini pengiritan atau penggembelan :(

Setelah makan kita melipir ke tempat lain karena masih penasaran sama spot foto yang jadi tujuan awal gue melancong kemari. Akhirnya nemu dong tapi ternyata cuma sedia satu spot foto. Untung lucu, sok gue langsung jepret-jepret aja. 



Waktu gue foto kedua anak diatas, satu harapan gue kalau suatu hari anak gue cowo, gue berharap anak gue kayak mereka. Kelihatan alim, lucu, baik-baik aja. Saat difoto bisa bergaya, itu sesuatu yang lucu bukan? 

Loh kok dari Dessert Museum topik pembahasannya malah berubah jadi ke anak orang yaaa? Skippp, ini foto gue sama adek. Bisa bedain kan mana Mbak mana Adek? Jangan ketuker yaaa



Sabtu, 16 Maret 2019

Bekerja atau ingin bercerita?

Hai guys. Sedikit cerita dan bila berkenan gue pingin utarain kenangan yang pernah gue alami dan itu benar-benar jadi satu kepaduan cerita di hidup ibarat the best memorable lah ya huahaha. Gue mulai...

Kalau kalian tahu jalan cerita disini, berarti kalian pernah jadi teman gue yang turut ikut menjadi satu cerita dari pengalaman hidup masa bekerja. Well, seperti yang kalian pernah baca kalau gue abis lulus dari jenjang perkuliahan tahun lalu tepat di bulan Juni akhir. Masalah setelah lulus berlanjut untuk, "Abis ini gue mau ngapain?" dan akhirnya gue dapet pekerjaan yang menurut gue sendiri ini pekerjaan absurd banget. Enggak seperti yang orang-orang bayangkan (termasuk gue). Bayangan seperti prosedur sudah tertata jelas, karyawan sudah banyak, hanya kerja sebatasnya bekerja. Tapi enggak dengan disini. Semuanya amat diluar pikiran. 

Bulan november akhir di hari sabtu, gue diajak bokap untuk nemenin doi sebagai translator karena hari itu doi bakal di wawancara sama bos dari Hong kong. Doi berharap kalau misalkan doi enggak lolos keterima, gue yang bisa diterima Ehem udah kayak lamaran pinang bakal. Civi lengkap gue bawa dalam bentuk bahasa inggris, dan sampai disana kita nunggu agak sedikit lama sampai akhirnya mereka turun dari tempat penginapan, datangi gue dan bokap

"Hey, Andre..?" Doi memanggil bokap, gue pun diperkenalkan 
"Nana" Senyum gue mengembang, gue tegang spot jantung karena ini kedua kalinya gue ngobrol langsung sama turis. Untuk yang pertama saat kursus di EF, guru nya turis juga. Karena si bos enggak begitu ganteng, spot jantung gue enggak begitu meletup-letup, masih terjaga iramanya. Kita diajak untuk makan siang bareng menuju restoran yang banyak daging nya. Mata gue membelalak bengkak, si bos memesan makanan enggak di kontrol, pesan sebanyak-banyaknya sampe udah kenyang pun masih disuruh nambah. Kayaknya turis asing doyan makan ya, begitu isi benak gue kala itu.

Keesokannya gue dikabari kalau gue lolos kerja di perusahaan orang Hong kong ini dan bisa mulai kerja di tanggal 3 oktober. Pada hari pertama kerja, gue enggak diperkenalkan ke karyawan mereka, ke kantor pun juga enggak. Lantas bingung dong? Gue mulai dibuatkan email perusahaan dan tertera ada banyak nama disana, tapi dimana orang-orangnya? Oh ya karena kantor enggak ada, gue pun kemana-mana selalu bersama mereka, 2 bos hongkong itu. Karena ini perusahaan retail atau penjualan, kita bareng-bareng cari barang, dijual lagi, dan begitu seterusnya tanpa perlu mikirin tempat atau kantor perusahaan untuk sementara waktu. 

Gue bekerja sendiri, bos memerintah untuk gue mendapat banyak karyawan makanya kenapa akhir-akhir kemarin gue sering untuk pos info kerja. Satu minggu kemudian udah ada 3 orang baru yang masuk, di minggu berikutnya nambah lagi dan begitu seterusnya sampai akhirnya gue punya teman sesama Human Resourch. Awalnya emang semua sistem masih enggak jelas. Apalagi karena bos adalah turis asing, kebanyakan dari kita lebih sering salah faham sama yang doi maksud. Kalo udah salah faham udah ribet kasusnya kemana-mana.

Sekitaran di bulan kedua untuk pertama kalinya gue dan tim disuruh ke daerah karawang tujuannya ngajak kerjasama dengan salah satu perusahaan disana. Ih ini bener-bener amazing momment banget buat gue seorang! Ditugaskan keluar untuk jalin kerjasama. Dari sini gue pun dapet wawasan dan pelajaran baru. Emang ya, perusahaan baru buka selain dari ngasih banyak kebingungan juga ngasih tambahan pelajaran dan wawasan yang bisa dipetik. Brilliant sekali rasanya.




Bulan ke bulan terus berlanjut, step by step yang gue lakuin ialah berasal dari pengalaman dan pemikiran sendiri beserta bantuan mbah google. Seperti cara wawancara karyawan baru, cara berfikir dalam periklanan, dan sikap tentunya, begitu pun juga dengan teman-teman lainnya. Semua bekerja sesuai dengan pemikiran kita masing-masing yang mencoba serba tahu ngelakuin kebenaran dalam bekerja di perusahaan star up. Ceilah kebenaran. 

Makin lama akhirnya perusahaan ini bisa buka cabang toko di salah satu mall, itu adalah sesuatu yang enggak gue sangka! Bagaimana mungkin dalam empat bulan kedepan akhirnya perusahaan ini bisa punya banyak karyawan (ini sih gue yang nemuin hahahaha mon maap gue sombong), bisa punya tagline (kinerja semua karyawan), bisa punya relasi sama beberapa perusahaan lain, terlebih bisa buka store di salah satu mall. Ini yang paling gue banggakan, sebangga gue bisa lahir di tanah air. Ceilah gitu.



Beberapa sales boy dan sales girl yang sedia ditempatin di store-store mall. Padahal di bulan pertama gue kerja disana, rencana bos adalah kita semua sebagai karyawan akan ditempatkan di store-store mall sebagai sales dan gak ada karyawan yang mengatur sebagai tim manajemen. Ini rencana awalnya tapi akhirnya berubah seiring negara api menyerang. 


Kita udah mulai ada toko di salah satu mall. Karena enggak mau ketinggalan eksis, gue pun ikut campur untuk foto bareng kawanan ganteng-ganteng serigala. Gue yang awalnya cuma sendirian akhirnya bisa sampai di tahap ini dimana perusahaan udah sedikit bisa merangkak, suatu kebanggaan aja gitu karena artinya gue bisa bantu perusahaan ini untuk merangkak dikit demi sedikit huehehe. 

Flashback sebentar. Di hari kedua gue bekerja disini, rasa ingin minggat atau kabur lari pun terbesit ada karena memang awalnya terbentuk perusahaan ini dengan enggak adanya kejelasan yang pasti buat gue sebagai karyawan. Tapi karena kata-kata bokap yang bilang begini, "kalau kamu keluar, ya sudah selesai. Kamu gak akan tahu apa-apa" Disini lah hati gue tergoyah untuk mencari tahu sesuatu. Apa benar ini perusahaan atau bagaimana? Selain itu, rasa kasihan gue ke 2 orang bos hong kong ini pun juga ada, gue kasihan sama mereka karena udah tinggal satu bulan lamanya di Indonesia dan masih belum nemuin 1 karyawan yang setia.

Bos kedua gue curhat kalau dia punya anak di China. Gue ngerasa dia jauh-jauh ke indonesia untuk bekerja mencari uang untuk keluarganya di china sana. Kalau gue keluar, pasti mereka akan berdua lagi dan mencari karyawan lagi. Begitu seterusnya. Karena perihal ini pun bikin hati nurani gue tergerak untuk bantu mereka. 

Dan ternyata dari perjalanan beberapa bulan ini sangat memberi gue pelajaran terbaru. Perusahaan star up disini memang amat meragukan bagi gue tapi mungkin karena namanya adalah star up, ya seperti inilah ala kadarnya. Selain dari ucapan bokap yang menjadi alasan kenapa gue masih bertahan, selain juga daripada uang, dan selain juga karena kedua bos, yakni gue juga pingin ngerasain adanya perang dingin sesama teman kantor. Dan itu benar kejadian di bulan-bulan kelima huahaha.

Ternyata rasanya konflik batin sesama teman kerja tuh begini, amat seru dan kesal. Untung hal tersebut juga jadi tujuan gue kerja disini, ya gue amat mensyukuri itu semua sampai akhirnya pun gue kena senggol no bacok huahaha, hal ini tentu udah biasa dialami sama kalian yang pengalaman kerjanya udah setinggi kebon duren. Ternyata rasanya begini ya... semenusuk ini huehehe. 

Drama-drama di lingkup kerja bener-bener bikin gue jadi makin sadar letak kekurangan gue dan lainnya. Perusahaan ini bener-bener ngasih banyak pelajaran buat gue. Baik kenangan baiknya maupun pahitnya. Sungguh, saat jelang pisah untuk pamitan dengan teman-teman semua, disitu rasanya gue pingin nangis. Nangis bahagia karena akhirnya bisa lepas dari perusahaan itu. Dimana gue memang bekerja make hati, dan semua yang gue kerjakan memang dasarnya dari hati dan harus berakhir pula dengan hati bahkan sayangnya segala jenis yang tidak baik pun juga menggunakan hati.

Awal gue kerja disana bos gue bilang begini, "I need people who have a big heart". Dia butuh orang yang punya hati besar, rela menerima apapun. Maka dari itu, gue pun bisa menerima dan melepas yang terjadi dengan hati besar atau berlapang dada karena memang sejatinya manusia harus seperti itu bukan? 



Penampakan terakhir sebelum gue cabut. Hello and good bye!
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Fransisca Williana Nana
Lihat profil lengkapku

Followers

total human

Follow Us

BTemplates.com

About Us

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts