Welcome blog Mba Nana

Diario Area | Diario Travel | Diario Outfit | Diario Love | Diario Diario

Sabtu, 15 Februari 2020

Event Sweet Seventeen Birthday Party Yaya


Halo. Balik lagi ke tulisan yang sama tentang ulang tahun ke 17 tahun dalam blog ini, kalau postingan sebelumnya tentang pembahasan "Double sakit hati" di ajang lomba cerita Smartfren world. Kalau sekarang lebih dikhususkan ke event Sweet Seventeen Birthday Party Yaya. 

Kebanyakan di fase anak-anak muda sebelum beranjak usia 17 tahun selalu punya harapan untuk acara pesta ulang tahun ke 17 nya bisa dirayakan macam pesta meriah. Undang semua teman-teman, sanak keluarga bahkan kalau perlu semeriah dan seheboh mungkin. Memang akan buang budget hanya demi bahagia sesaat yang dirasa cuma di masa remaja, selebihnya pun bisa terlupa. Tapi entah mengapa hal itu menjadi lumrah dirasa. 

Sedikit latar belakang tentang yaya, dia itu adik kandung gue. Dia enggak spesial, juga bukan yang harus diperan utamakan, dia bukan yang paling istimewa pokoknya. Dari kecil sampai yaya usia 16 tahun, dia tinggal dirumah satu keluarga, kehidupan yaya standart umumnya anak belia. Pulang sekolah belajar, makan, tidur, sisanya dihabiskan main gadget dikasur sambil guling-guling. Kehidupan standart anak millenial. Yaya juga bukan tipe anak yang suka berkreasi, berkarya, punya otak kreatif atau melakukan sesuatu baru yang kebanyakan anak kelahiran tahun 90 lakukan. Yaya itu benar-benar spesies murni yang amat millenial dengan kehidupan gadget dan target hidupnya kini hanyalah sekedar panjat sosial. Ups. Hahaha

Jelang usia 17 tahun, dia dipindahin ke Jawa tengah tepatnya di Cepu. Kehidupannya berubah drastis. Ibarat dirumah tersedia wifi 24 jam, enggak dengan di cepu. Miskin wifi, miskin kenyang, pun miskin hidup wah. Disini yaya bisa ngemall, nonton bioskop, nge-bucks (Starbucks) setiap saat. Enggak dengan di cepu, dia handle keuangan dirinya, urus isi perutnya, dan segala keperluannya menjadi tanggung jawabnya sendiri. Disana yaya juga melihat berbagai kehidupan orang lain yang rejekinya enggak sebanding dengan kebanyakan orang mampu, tentang kehidupan yang jauh lebih susah daripada yang pernah dia rasakan atau dia lihat. Ini benar spektakuler terjadi untuk anak millenial di jaman sekarang. Dan sebagai hadiah atau berkembangnya yaya, kebetulan gue berencana bareng keluarga untuk bikin acara pesta ulang tahun ke 17 tahunnya. Acara ini adalah sesuatu yang dia nanti-nantikan sedari lama sejak usianya masuk ke kategori abg. 

***

Dari sedikit pengalaman yang udah-udah, sedikit sharing kalau buat event itu sebenarnya antara mudah dan gak mudah. Buat event dalam jarak lokasi yang dekat aja kadang sulit terealisasi, juga pusing berlebih. Gimana dengan ini, event diacarain di cepu sementara semua di handle dari orang di jakarta. Komunikasi cuma bisa mengandalkan telepon genggam. Prinsip gue dalam buat event kali ini adalah dengan "Budget se-minimal mungkin, acara se-pecah/se-meriah mungkin" dengan tujuan, supaya lebih terkesan untuk yaya dan juga teman-temannya yang hadir. Yang menjadi kesan bukan karena makanan enak nan mahal, tapi keseluruhan dari alur acara, dimana kebahagiaannya bisa dirasakan ramai-ramai. Begitu target misi gue untuk acara Birthday yaya ini. 


Dari serangkaian penuturan diatas, yang paling pertama gue pikir dalam membuat event Sweet Seventeen Birthday Party kali ini yaitu makanan sekaligus tempat acara. Gue order makanan tanpa paket, milih hidangan prasmanan dengan beberapa lauk dan cuma dua menu minuman. Air putih dan satu lagi air rasa-rasa. Ternyata di Javanilla Cafe Cepu ini dengan order banyak makanan bisa dapat gratis tempat beserta panggung, mic, dan speaker (untuk acara). Fasilitas tempat sudah kelar. Dilanjut printilan untuk seluruh dekorasi ruangan gue beli bahannya di shopee. Dari background kertas, balon huruf sampai balon warna warni, dan juga gaun ulang tahun yaya. Semuanya serba Shopee! 

Selanjutnya alur acara gue buat dengan sebaik-baiknya acara. Sedikit acara hiburan supaya lebih banyak waktu senggang seperti waktu buat foto-foto, ngobrol, supaya makin akrab atmosfernya. Kebetulan gue sendiri juga sebagai mc acara, dimana sebelumnya gue udah sering ngemsi di acara 17 agustus komplek. Jadi rasa-rasa tegang atau demam panggung begitu udah hatam banget buat gue rasakan. 



Sebagai emsi amatir gue juga ngerasa takut kalau-kalau acaranya enggak seheboh yang dibayangkan, yang gue sadari jalannya acara bagaimana itu semua tergantung dari si mc nya. Di awal acara karena belum semua teman-teman yaya yang datang, gue jalanin list ice breaking. Gue ajak tamu undangan untuk joget sedikit gerakan sambil bernyanyi. Dilanjut sedikit tebak-tebakan "tentang yaya", dan ternyata semua tamu yang diundang enggak banyak yang paham tentang yaya. Adek gue bukan seleb yang kabarnya selalu diketahui orang-orang. Duh!






Untungnya teman-teman yaya punya rasa antusias dalam acara ini, semuanya ikut membantu gue untuk bikin acara ini meriah sesuai rencana. Mereka bisa diajak bangkit berdiri sembari joget dan bernyanyi dalam ice breaking. Mereka juga bisa diajak komunikasi dalam sesi tanya jawab atau sekedar berbincang yang gue coba lakukan. Sayangnya gue enggak ngelajalanin list games karena perhitungan waktu jauh lebih ngaret dan hanya sisa sedikit waktu. Melihat waktu itu juga penting sebagai takaran keseluruhan acara. Karena sebelumnya gue mencoba mengulur waktu dengan perbincangan dan juga ice breaking sekaligus menunggu tamu hadirin yang datang. Karena ini lah, games pun di batalkan. Selanjutnya dilanjut makan malam sampai acara berakhir dengan singkat. 

Kesan yang di dapat, membuat event itu susah dan mudah, saat berjalannya acara memang butuh ekstra tenaga, apalagi kalau keseluruhan dihandle sendiri dan cuma ada beberapa tenaga yang bisa membantu. Duh musti pinter-pinter dalam proses handle eventnya kalau sudah begitu. Dan juga sebelumnya sudah gue perhitungan semuanya dari segi sebelum acara, proses acara, sampai sudah selesai termasuk urusan budgeting, peserta yang datang, jalannya acara, dan pernak-pernik yang termasuk printilan kecil. Well, gue ngerasa cukup senang malam itu karena bisa bertugas ngemsi heboh lagi, bisa berinteraksi dengan mereka yang enggak dikenal, ngelakuin kegiatan langka yang super menyenangkan, dan punya waktu untuk kegiatan seru yang efeknya bisa terbawa ke orang-orang sekitar yang hadir. 

"Untuk yaya, selamat ulang tahun adikku. Kalau dulu jaman mba nana ulang tahun ke 17 tahun adalah kesan terburuk sepanjang sejarah ulang tahun di kehidupan sebelumnya, tapi di ulang tahun yaya mungkin ke 17 tahun ini adalah ulang tahun terbaik daripada sepanjang sejarah ulang tahun sebelumnya. Kisah kita berbeda, jalan hidup kita pun beda. Tapi segala hal yang terbaik, selalu kami doakan buat yaya supaya dimudahkan jalan yang terbaik kedepannya. Rejeki yang baik. Baik itu kesehatan, jalan kehidupan, calon di masa depan, cita-cita yang ingin di gapai, dan rejeki cara mu untuk menebar rejeki kepada orang-orang disekitar. Semoga dilancarkan semuanya. Amin"




Happy Sweet Seventeen Yaya. Wish you all the best. Amin




Kalau ada yang berniat untuk jasa MC (formal / non formal), bisa contact saya ke:
Email: williana.96@gmail.com

Sabtu, 25 Januari 2020

Mba Nana Casual Photoshoot at "Indo Dinner" (Yellow's Tshirt)


Hai.. Balik ke casual outfit yah! Kebetulan udah lama juga enggak update lagi, kayak udah vakum blog. Sang waktu minta untuk tinggalin blog, tapi hasrat masih tetep pingin eksis di blog. Jadi selagi sempat, aku kecimpung disini lagi yaa

Jadi setelan kali ini aku padukan pas masih sibuk dengan kerjaan photoshoot mulu. Hasil uang cuma-cuma, hasil karya meningkat pesat. Sekitar tahun lalu di awal-awal 2019, jaman masih kerja di sekitaran daerah pluit, iseng buka zomato nyari tempat yang klik buat matching outfit dipadukan photoshoot ala ala. Ketemu deh di Indo Dinner. Kalau siang sore tempat ini cucok buat foto kebanyakan. Malam tiba baru deh, pas buat candle light dinner dibalut alunan music disco dari dj atau pop song dari beberapa band yang tampil. 

Kembali ke setelan. Tempat di indo dinner emang oke banget. Gaya cafe khas bar texas bikin siapapun yang melipir ke indodinner, berasa lagi enggak di indonesia deh! Ya cuman netizen yang dateng dari indonesia, jadi sama aja deh hawa-hawa indonesia suasana bar texas. Uhuy!

Oh iya kembali ke setelan, aku cuman pakai yang simpel-simpel aja karena tempatnya udah cukup meriah mewah. Dimulai dari head to toe yaa. Jadi begini...



Untuk aksesoris kepala, sengaja aku pilih bandana motif bunga ramai. Karena keseluruhan polos, khusus bandana aku pilih yang ada gambar-gambarnya. Bandana hitam menurut aku pas buat setelan yang kasual. Turun ke bawah...


Atasan aku cuma kaos kuning polos. Ga pakai aksesoris kalung atau scraf atau balutan lainnya. Ya cuman polos aja karena dinding atau desain ruangan dari cafe indodinner sendiri udah terlalu meriah, jadi sengaja aku pilih untuk atasan yang polos aja, enggak ramai gambar apalagi aksesoris outfit. Turun ke bawahan...


Ini sebenernya rok denim jadul yang di blog sebelumnya juga pernah aku posting. Waktu itu enggak bawa ikat pinggang, jadi kayak ada yang kurang gitu untuk perpaduan setelan atasan dan bawahan di outfit ini. Bener-bener kurang persiapan tapi karena judulnya "kasual", ya mau sepolos apapun tampilannya masih masuk ke kategori kasual.



Untuk Toe... Aku pilih black boots yang enggak pakai banyak motif dengan gaya kasual/simpel tanpa corak untuk menyamakan keseluruhan dari setelan yang aku kenakan diatas. Sedikit senti supaya agak tinggi boleh lah ya. Di akhir, ini dia keseluruhan setelan dari kasual atasan kaos kuning








Udah cukup casual bukan?
Don't forget, cekidot the video 






Jumat, 06 Desember 2019

Ilusi kata ringan tapi membebani


Tak berasa awalnya, tapi sakit juga kalau diingat…

Hari itu kita beradu canda dalam tawa kau dan aku mengucap segalanya seolah itu adalah lelucon. Tapi yang ku ucap tak pernah benar-benar menyudutkanmu, sementara kalau kau berucap dan aku merasa itu menyinggung, kau mengeluarkan jurus senjata bahwa aku tak bisa diajak bercanda. Padahal nyatanya candaanmu itu menjurus ke fakta aku.

Obrolan ini agak sedikit sensitive. Untuk hubungan di ranjang kau ucap bahwasannya aku lembek tak berdaya, melemah tak kuat tenaga, alias aku rapuh energi dalam ranjang. Faktanya aku bukan janda yang selalu suka binar berjoget. Faktanya aku bukan pelacur yang girang binar beradu badan. Faktanya lagi aku bukan barisan sang para mantan yang sudah ditiduri lebih dari dua puluh kali pertemuan. Hebatnya candaan itu  bisa muncul…

Kalau aku bermain peran perasaan, lelucon itu kiasan bukti bahwa aku tak mampu melawan engkau dalam bilik selimut. Kiasan itu bagai bukti bahwa aku melemah untuk persoalan hawa nafsu birahi. Kiasan itu bagai bukti tak kasat mata kalau aku tak cukup nyali untuk membanting setir tajam yang mampu buatmu terpukau dalam keadaan telanjang. Aku yakin, semua wanita yang pernah diucapkan seperti itu dalam posisi seperti aku tentu akan berfikir hal nya sama seperti aku tetapi hebatnya mereka mampu menerima segala masukan. Padahal, ilusi kata mu hanya lah secarik, setipis kertas bahkan lebih tipis lagi, tapi entah mengapa terasa cukup membebani. Mungkin aku kurang amal, atau ibadah setiap hari sabtu dan minggu? Tak ada jawaban.

Untuk kehidupan dewasa sana silahkan kau menjalari ujung kuku sampai ujung helai milik mereka semua yang terbebas dari jeratan larangan berhubungan bebas. Untuk memuaskan hasrat nafsu birahi mu silahkan kau intil mereka yang bisa menunggangi untuk buatmu merasa puas. Aku tak bisa. Kalau pun aku bisa, mungkin itu akan muncul sekali atau untuk yang terakhir kali, tapi kurasa tidak. Setiap kali ingin memunculkan itu selalu terbesit dipikiran tentang faktanya bahwa aku lembek dan melemah tak bernyali. Untuk itu biarkan anganku pergi, melampaui batas penglihatanmu sampai kau benar merasa bebas tanpa jeratan dari kekasih yang sama sekali tak cukup berarti buatmu...



Minggu, 20 Oktober 2019

Beribu pohon - Gunung Pancar Bogor

Pagi itu wajahku cerah, begitu ku membuka mata, rasa tak sabar benar begitu menggebu untuk buat kaki ku segera beranjak. Aku bersiap memakai setelan santai nan sejuk di tubuh, tak lupa yang paling berharga adalah mantel jaket serta sepatu kets. Kegunaannya benar bermanfaat supaya aku kuat dari terpaan dinginnya suhu dan bisa menjaga jari jemari di kaki. Aku berangkat subuh kala itu menuju pelataran di kota lain, jauh dari rumah ku untuk itu aku memerlukan helm motor. Kami berangkat 



Keadaan nya sejuk sekali. Pemandangannya juga menarik perhatian mata. Biasanya yang ku pandangi di hari-hari adalah jalanan padatnya ibukota serta polusi asap debu kendaraan bahkan asap puntung rokok milik semua orang yang berserakan dimana-mana. Lebih apes lagi bila ku melihat sampah bercecer disepanjang jalanan yang ramai lalu lintas, sungguh malang untuk dilihat.

Tidak dengan kali ini. Walaupun hanya kota tetangga, walaupun hanya sejauh sama seperti waktu tidur siang sekitar dua jam, tapi disini manfaatnya benar terasa. Sejuknya udara, hilangnya polusi asap tebal, sirna nya pemandangan kota metropolitan, penuhnya pepohonan berimbun, jantungnya indonesia yang penuh akan pepohonan, semuanya terasa menarik untuk aku seorang. Aku tiba pada pelataran pintu masuk kota Bogor. Untuk bogor sendiri sejuknya udara belum begitu begitu terasa, tapi semakin ku kedalam sana, semilir angin sayup-sayup terasa sejuk dingin, rupanya tempat ini adalah kota hujan. 

Sampai akhirnya aku tiba dimana tempat itu benar-benar penuh pepohonan lebat menjulai tinggi sehingga menutupi terangnya langit pagi bahkan cahaya matahari pun tak begitu nampak terpaannya sampai ke seluk daratan di daerah gunung pancar. Aku turun dari kendaraan, mengelilingi jalanan setapak demi setapak. Benar desa tempat ini, beda seperti metropolitan tempatku menimba ilmu dan juga menguras tenaga untuk mencari pemasukan materi. Tempat ini begitu sunyi dan berbeda. 

Aku mencari letak dimana jalanan tempat motor berlalu lalang tak lagi terlihat, aku mencari tempat tersembunyi itu. Tepat disampingku tapi aku tak tahu dimana kah pintu masuknya. Bertanya ke berbagai penjuru dan mendapati kalau aku bisa masuk melalui sela-sela pagar yang terbuka. Masuk lah kami kedalam, berjalan disepanjang jalan hanya berdua, aku dan temanku. Tanpa melihat orang di sekitar, tanpa melihat apapun di sekitar, hanya ada pohon, bebatuan, serta dedaunan dan berbagai hewan kebun lainnya. 






Anehnya, dalam keadaan sepi dan sunyi dalam hutan, dan dalam segala situasi yang takut akan tertimpa bahaya, aku dapat menari diatas bebatuan dan tanah cokelat dengan gembira. Merasakan semilir angin bertiup, merasakan keadaan yang sebelumnya aku belum pernah merasakannya. Menikmati ini semua benar bisa membuat bahagia ku meningkat. 

Cukup menikmati terjebak dalam pepohonan, aku sudah sangat puas. Terbesit ketakutan tak menemukan jalan keluar tapi semua tertangkis karena bahagia ku yang membuat pikiran dapat mencari jalan keluarnya sendiri. Sedikit kutimpal sesuatu. Aku pernah dapat cerita dari sopir blue bird, ia mengantar keluarga dari penduduk Dubai untuk keliling jalan-jalan sekitar wisata di Indonesia. Sopir itu membawanya ke Curug yang ada di Bogor. Keluarga Dubai itu amat suka dengan Curug bogor, mereka menikmati keindahan Bogor dan masih ingin kembali menikmati Bogor sana. Bahkan mereka sangat bosan dengan kehidupan mewah bak metropolitan, Dubai begitu luas dan mewah sampai mereka tak lagi tahu dimana titik kenikmatannya untuk tempat-tempat mewah seperti itu. 

Pengalaman dari kisah wisata orang Dubai sana. Mereka amat menyukai wisata Bogor di Indonesia, lantas aku yang tinggal di Indonesia mengapa tidak perlu menikmati pelataran beribu pohon disana? Atau juga punya kecintaan untuk wisata di Bogor? Memang sebaiknya cintai produk dalam negeri terlebih dahulu sebelum belajar mencintai yang ada di luar sana. Cintai Indonesia karena di Indonesia sendiri sudah begitu beragam wisata keindahannya. 



Senin, 07 Oktober 2019

Mba Nana Catalog Photoshoot (Summer Style Outfit)


Kembali ke casual outfit mba nana, udah lama banget sekitar tahun 2018 lalu gue balik photoshoot dengan tema style outfit di musim panas. Head to toe benar-benar simple semacam atasan dan bawahan, enggak banyak aksesoris yang di kenakan bahkan sekedar properti untuk bantu catalog photoshoot. 

From toe yang enggak beribet, gue pakai sandal putih ikat se-mata kaki. Model sandal terbuka akan timbul kesan casual sexy dan santai, cocok untuk nuansa musim panas kalangan barat. 


Bergeser keatas gue kenakan hot pants berwarna cream, dasar warna cream terkesan warna menyatu dengan kulit sehingga lekukan dari model si hot pants sendiri yang memunculkan nilai summer style nya.




Untuk Top sendiri gue pakai semacam T-shirt bercorak warna cokelat dan cream. Warna cream yang hampir serupa seperti hot pantsnya membuat perpaduan yang pas dari outfit yang gue kenakan. Dengan model berpita di depan dada membuat tampilan pakaian enggak terlalu "polos". Cocok lah untuk tampilan elegan casual style. 

Aksesoris sendiri gue pakai headband bando aksesoris bermotif bunga-bunga dengan dasar warna cokelat supaya perpaduan warna keseluruhan semakin pas. Enggak ada yang terkesan terlalu terang alias nyentrik atau terlalu gelap alias menduka. 


Satu kejenisan "Vintage" emang jadi favorit, keseluruhan casual outfit kali ini memang pakai dasar warna cokelat kuno, dengan berbagai motif dan hiasan kekinian membuat perpaduan outfit ini menjadi casual gaya dan cocok untuk jenis Summer Style Outfit. Sengaja dipilih model enggak terlalu banyak menutup karena musim panas sendiri terkesan menimbulkan hawa panas dan banyaknya aktivitas, casual outfit jenis diatas bisa membantu kondisi untuk gerak bebas dan juga meringankan badan dari suhu hawa panas karena cuaca. 



Untuk tampilan keseluruhan mengesankan chill outfit for summer. Dalam sesi photoshoot catalog ini, ada beberapa properti yang gue pakai untuk membantu objek supaya tampak lebih menarik. Cek in dot ⌣






Selasa, 20 Agustus 2019

Ku lantunkan untuk keluarga

Pesan ini ku buat untuk hati kita semua...

Pernah kah kalian merasa bahagia dalam suatu lingkup yang setara keadaannya dengan perihal rasa hati masing-masing? Di dalam sana terasa sejuk walaupun sering berdiam ucapan. Di dalam sana terasa damai walaupun tak pernah beradu ungkap isi fikiran. Di dalam sana terasa pula kesal dan amarah walaupun selang beberapa menit kemudian masih tersirat kata maaf untuk mengampuni. 

Sedekat nadi dan sejauh angan, hubungan ini bisa menjadi sangat dekat bahkan pula menjadi sangat jauh bila terpisah jarak. Untuk kali ini dan pertama kalinya ku ucapkan aku sangat merindukan keluarga. Aku memang masih tinggal dirumah, tempatku pulang. Tapi disini, didalam rumah ini tak terasa keluarga ku benar berada disini, mereka semua pergi bahkan kelak atau entah mungkin sebentar lagi atau kapan pun itu, ganti aku lah yang akan pergi dari rumah untuk tinggal sehidup semati bersama pasangan hidup. 

Jauh dari rumah, berpisah, dirumah serasa berbeda, dan semua rasa kenangan keluarga yang sudah tak terasa lagi kebersamaannya, aku percaya semua manusia bisa merasa itu. Dulu sewaktu aku kecil dimana hari-hari hanya habis untuk keluarga sampai-sampai benar bosan rasanya. Padahal saat itu pernah ada yang berkata bahwa aku harus menikmati waktu itu. Kebersamaannya akan sulit terulang kelak aku dewasa. Dan kini semua benar berubah, waktu untuk keluarga rasanya benar hilang, apalagi kini adik paling bontot harus pisah daerah untuk jenjang sekolahnya. Rasanya semakin dijauhkan dari kenangannya kini. 

Keluarga bukan sekedar tempat bersama untuk merintis hidup sebelum jenjang menikah, tetapi mereka lah rumah untuk rebah dari problematika hidup yang mungkin sulit untuk ditempuh bila sendiri. Keluarga memang tidak banyak membantu untuk problematika isi hati, tapi mereka lah wadah pelipur isi hati yang paling mujarab selain dari hal nya kekasih. Memang tidak banyak yang tersirat dalam ucapan dengan keluarga, tapi sedikit lantunan suaranya, itu lah energi penyembuh hati kalau kau tak pernah sendiri dan masih ada orang yang mengasihimu dan masih bersanding di sisi mu, dalam kondisi apapun. 

Hasil gambar untuk tumblr awan

Kamis, 25 Juli 2019

Indonesia International Pet Expo 2018 Ice Bsd


Di tahun 2018 lalu ada event International Pet Expo tempatnya di BSD City, seperti yang kalian tahu kalau BSD bukan kawasan jauh dari tempat tinggal gue sendiri. Dimana sekarang BSD udah semakin ramai, semakin banyak event yang diadain disana, semakin banyak pelancong Jakarta berhamburan icip-icip daerah bsd sekalian. Wawww semakin merasa bangga lah gue karena yang mulanya gue bagai orang pinggiran tangerang, akhirnya lambat laun jadi orang kotaan huahaha.

                       

Awal masuk, kalian akan disuguhkan untuk mengantri Ticket Box di dekat pintu masuk. Walaupun panjang antriannya, gue tetap sedia antri karena niat untuk ngerasain binatang-binatang disepanjang jalur udah sampai ke 1000%. Rasa antusiasnya ngalahin rasa pertama kali gue kepo icipin masakan seblak. Benar-benar dibuat gila bahagia begitu masuk dan ngeliat ada banyak anjing berserakan. Awww bukan main senangnya!

Begitu masuk, ada banyak hewan disana terlebih banyak doggo. Anjing-anjing terawat keliaran kesana kemari. Selain mata gue mendadak berubah warna ijo saat ngeliat baju-baju di mall, ternyata kebawa ijo juga pas liatin anjing-anjing keliaran kesana kemari. Ah jatuh cinta melihat pemandangan anjing yang lagi bengong, lagi pup sembarangan, lagi melet gara-gara laper, dan lagi pasang wajah sumringah. Semuanya lucu pokoknya!

Gak cuman ada doggo. Baik binatang reptil, serangga, dan jenis lain yang gue enggak tau sebutannya juga ada disana. Ayam dengan ekor panjang pun ada. Reptil yang aneh-aneh bentuknya tapi lucu di mata pun juga ada. Mata gue benar dicuci oleh pemandangan alamiah yang belum pernah gue lihat sebelumnya. Fantastis sih!

By the way gue dateng ke event ini dua kali dalam pertahun 2018 kemarin. Gue pun niat datang dua kali ke event ini dengan durasi lebih dari tiga jam karena memang butuh waktu lebih banyak untuk terus merasakan yang seperti ini. Melihat banyak hewan jinak keliaran bareng manusia, ah benar-benar mempesona! Karena ini lah rasa yang dirasakan begitu masuk ke kawasan Pet Expo, otak langsung dibawa melalang ke dunia lain, beda dunia, rasanya membahagiakan kalau memang pecinta binatang. Dan satu hari untuk merasakan ini rasanya kurang puas.





Banyak juga para pengunjung datang dengan membawa hewan peliharaannya. Kebanyakan mayoritas membawa anjing, tapi ada juga yang membawa reptil kecil-kecilan atau bahkan kucing lucu terawat. Sekali lagi, kalau kalian pecinta binatang, mungkin tempat ini bisa disebut surga atau bahkan kebahagiaan seperti yang gue rasakan. Hehe aih matteee lah




Disana juga menjual makanan hewan-hewan. Tulang besar, makanan ikan, makanan ayam, dan makanan lainnya. Benar-benar lengkap! Surganya mata pecinta hewan dan surganya binatang-binatang merasa hidup. 





  

Jumat, 21 Juni 2019

Perihal ilusi itu




Aku membenci ilusi. Tapi tak dipungkiri aku pun sering ber-ilusi.

Hari itu hari dimana hari-hari ku terasa kosong tapi sangat membebani. Ku tinggalkan dia yang memang bukan siapa-siapa dan akan selalu bukan siapa-siapa sampai kapanpun. 

Hari dimana kita terjalin esa yang sangat dekat, memang rasanya nikmat luar biasa tapi pun juga menyakitkan luar biasa dalam bayangan di masa depan. Sembari waktu berjalan, aku selalu terus berfikir luar biasa perihnya hati. Cinta terlarang memang buat luka dihati yang tak punya solusi apapun. 

Perbedaan agama, itu lah nomor utama. Bagaimana mungkin seseorang dapat mengkhianati orang tua hanya untuk berkorban demi sang pujaan hati yang katanya akan hidup sampai akhir hayat di kehidupan masa depan tetapi tanpa sebuah restu?

Orang tua tentu tak ingin anak mengingkari perjanjian dalam keluarga lantas bagaimana mungkin masa depan telak indah bila ijin restu kebahagiaan saja tidak diperoleh? 

Dan terlalu banyak alasan lainnya yang buat mereka tak bisa sejalan tuk mengabulkan harap dan impian di benak mereka. 

Hari-hari berlalu, ilusi itu pun muncul tanpa sebab. Ingatan tentang mereka, sedihnya rasa yang bukan atas keinginan hati, kepuasan yang tak kunjung di dapat, penderitaan untuk menahan segala perasaan, dan pengorbanan untuk telak menerima secara nyata bahwa faktanya mereka tak dapat kembali bertemu untuk menjalin kisah asa seperti yang pernah dirasa sebelumnya. Ini semua amat sangat sakit rasanya di malam hari. 

Sampai kini dua per tiga bulan telah berlalu pun terkadang indahnya rasa lalu masih terus terkenang. Aroma dan segala ingatan itu masih terus melekat dan kadang terlupa disaat berbagai aktivitas harian muncul. Aku pun yakin, beberapa bulan kedepan aku bisa melupa seluruhnya. Tapi tidak untuk ku buang. Semua yang pernah dirasa, dilakukan, diterima, dijalankan, takkan pernah memilih untuk di buang, karena ingatan kala itu bukan lah sampah buat ku. Mereka indah adanya 

Bila ilusi itu kembali datang, aku kan persilahkan. Ku terima kembali betapa malang dan pahitnya semua rasa. Ku genggam dalam pelukan semua pilu dan tangis. Malam itu aku pernah membeli hewan-hewan lautan yang sudah dimasak. Aku membeli sendiri. Aku teringat saat itu kita berdua yang membelinya bersama. Oh ya, aku selalu menapaki jalan yang dulu tengah kita tempuh bersama setiap harinya. Kali ini rasanya amat berbeda. Mula-mula sakit rasanya menapaki jalan itu sendiri, tapi kian lama rasanya hilang. Aku memang benar sendiri adanya kini tanpa kamu yang dulu menapaki jalan itu bersamaku.

Terakhir kali aku tahu kabarmu bahwa kamu pindah kediaman dengan alasan ingin mencari suasana baru. Apakah bayangku masih melekat di tempat kediaman sebelumnya? Aku terlalu percaya diri, aku harap bukan karena aku. Bukan karena bayang semu ku yang buat kamu memilih pindah persinggahan. Sungguh, aku kaget begitu tahu alasannya karena ku tahu, kamu sudah tinggal di tempat itu bertahun-tahun dan kalau hanya untuk mencari suasana baru, sekali lagi ku harap bukan karena ku.

Kini ilusi itu selalu muncul di setiap aku sendiri. Hanya terkadang disaat pikiran kosong. Tak pernah terlupa bahkan tak pernah pergi biarpun aku selalu membiarkannya pergi, tapi ilusi itu selalu melekat.

Tahukah kamu bahwa aku masih selalu di sisi mu dengan bersembunyi di balik topeng media sosial? Aku menjadi orang lain, dan kini kamu telah tertarik kepada orang itu. Aku tahu itu hanya pelarian mu saja bukan? Atau jangan-jangan dari kejauhan sana kamu pun juga tahu bahwa aku lah pengecut yang selalu sembunyi di balik akun sosial media bodong sana?

Percaya lah, sampai kini aku masih menggenggam ilusi kita 


(Di awal bulan Mei tulisan ini terlahir...)



Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Fransisca Williana Nana
Lihat profil lengkapku

Followers

total human

Blog Archive

Follow Us

BTemplates.com

About Us

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts