Welcome blog Mba Nana gengs!

Diario Area | Diario Travel | Diario Outfit | Diario Love | Diario Diario

Rabu, 21 Februari 2018

Sedikit cerita konyol di warung starbucks

Sabtu ini tepat di warung starbucks dekat pamulang gue dan partner melajur ke warung starbucks yang gak jauh dari tempat tinggal, iya cuman berdua aja karena niatnya mau menukarkan kupon yang tersebar di line tentang 'buy 1 get 1' only di starbucks. Karena gue pikir kupon beli satu gratis satu sama aja dengan harga per satu minumannya sekitar 25.000. Kan murahhhh! Bikin ngilerrrr! Karena tanpa adanya promo starbucks, mau minum di warung sbux tiga bulan sekali itu belum tentu... Gak akan sanggup malahaaannn!!! Bener-bener miris.





Lanjut ke cerita, gue tiba di warung dan langsung suruh partner untuk buka ponsel tentang kupon beli satu gratis satu. Tapi sayang enggak bisa, karena ponsel partner enggak ada data internet dan ponsel gue juga enggak ada data internet. Jadilah kita gembel modem! Bhak! Nunggu giliran antrian, gue tanya ke mas-mas sbux...

"Mas, promo buy one get one di line ada kan?" 
"Iya ada. Tunjukin aja kuponnya" jawab mas warung sbux
"Tapi saya gak ada data internet. Ada wifi gak?" 
"Ada. Namanya starbucks klik aja langsung aktif."

Gue suruh partner cek modem gratisan sembari gue melihat-lihat menu apa yang bakal gue pesan. Tapi ternyata gue melihat minuman yang dipajang seharga 29k. Dua hari yang lalu ada promo satu minuman seharga 29k, gue kira promo itu udah selesai tapi ternyata masih berlaku sampai akhir februari. Terbelalak lah mata gue. Tanpa pikir panjang gue pun langsung pesan promo seharga 29k. Partner gue pun ikut-ikutan. Gue pesan rasa frapucino, partner pesan rasa green tea latte yang warnanya ijo ijo kalbu. Saat ditanya namanya gue menjawab dengan nama "nana" tapi entah apa yang di tulis si mas-mas benar atau enggak. Lihat kelanjutannya

***

Setelah bayar orderan sembari menunggu minumannya matang gue bergerak arah ke meja waiting pesanan. Enggak lama minuman pertama tiba dengan nama orderan "WAN" dan dibenak gue tersirat bahwa 'oke itu bukan minuman gue. Tapi mana ya orang yang punya minuman?' Minuman disediakan tanpa ada yang mengambil, tanpa dicari yang punya bahkan. Gue kembali menunggu. Karena kelamaan gue mengambil ponsel di tas, menyambungkan modem wifi ke ponsel dan EH tersambung yes! Gue senang. Tapi sayang, kekuatan modemnya hanya cetek, untuk menunggu pesan di whatsup aja lama banget. Karena kelamaan gue berdiam diri aja melihat-lihat sekeliling mencari sosok nama Wan yang minumannya udah jadi dari lama tapi masih belum diambil juga, gue ngeri aja itu minuman keambil orang lain. 

Antrian pelanggan dibelakang gue pun sampai usai, sampai nunggu di meja waiting orderan bareng gue, berdiri samping-sampingan sama gue. Dua minuman selanjutnya dateng yaitu rasa frapucino cokelat pesanan gue tapi dengan nama "NANDA", dan green tea latte pesanan partner tapi dengan nama "NAN". Oke fix ini salah nama kayaknya. Entah salah nama atau memang ada yang memesan dengan nama ini. Tapi gue lihat sekeliling enggak ada orang yang nunggu sama antrian pesanan ini kecuali gue, orderan pertama udah ada WAN, orderan kedua ya gue, nana. Orderan ketiga minumannya belum jadi. Karena gue merasa minuman itu milik gue walaupun salah nama, atau milik majikan yang hilang gitu aja gak butuh minumannya, maka gue ambil aja dua pesanan tadi. Ambil sedotan dan tissue disebelahnya, beranjak deh ke bangku partner. Buka sedotan, tusuk, seruput sampai lidah jadi basah. Ah seger!

Enggak lama gue sadar, ukuran minuman gue jauh lebih kecil daripada punya partner. Mulut menganga mata belalak kedap kedip. 




Enggak begitu kelihatan perbedaannya tapi coba dilihat tinggi tutup botolnya agak beda. Lebih tinggi yang hijau daripada coklat. Karena tinggi botolnya beda padahal orderannya sama-sama seharga 29k, gak mungkin dong yang green tea latte dapet ukuran 16oz (medium) sementara gue tetap yang reguler. Gue jadi dilanda panik tapi aussss. Mau nyeruput tapi deg-deg an. Gue juga deg-deg an, nanda ini minuman gue atau orang lain.

Gue diomelin sama partner ngebucks kala itu, gue disuruh balik lagi tanya ke mas-mas sbux lebih jelasnya. Niatnya mau gue lakuin, tapi gue urungkan karena gue dilanda malu kalau memang gue yang salah. Maju ke meja kasir nanya-nanya tentang minuman aja rasanya malu, lebih malu lagi kalo emang gue ketauan salah ambil minum. GAK MAUUUU!!! Sama aja bunuh diri. HUAAAAA

Setengah jam berlalu gue diem-dieman. Nongkrong ala gagu. Dia kesel, gue bingung. Jadilah gagu. Untung gue bawa laptop, gue mainin aja sambil berusaha mencairkan suasana yang kacau tegang gue alami. Frapucino udah gue seruput berkali-kali sementara green tea partner sama sekali belum kesentuh. Gue dibilang cuma mikirin diri sendiri doang karena enggak menyelesaikan kasus minuman yang salah. Tapi gue coba bantah dengan omongan kalau gue enggak mikirin diri sendiri doang, gue justru lebih mikirin partner karena biar enggak kehausan parah makanya gue kasih minuman yang ukurannya jauh lebih banyak daripada frapucino gue, mulia sekali ya mba nana. Bisa-bisanya bertindak mulia dalam situasi nakal. 

Tiba-tiba datang mas-mas warung sbux keliling meja pelanggan, gue duduk menatap laptop sembari sesekali memerhatikan mas-mas sbux. Gue mulai terbesit kalau ketahuan salah ambil, gue harus punya ancang-ancang untuk bicara apa. Hampir mas-mas sbux berdiri dekat meja gue, tapi setelah itu dia balik. Gue napas. Lega. Padahal gue udah mikir jawaban kalau-kalau terjadi sesuatu seperti ini...

Mas sbux: Mba, minuman green tea ini pesanan mba?

Mbanana: Iya

Mas sbux: Atas nama siapa?

Mbanana: Nana

Mas sbux: Coba baca tulisannya di cup (sambil nunjuk cup green tea)

Mbanana: Waktu sama mau ambil di antrian nunggu orderan, saya bacanya "NAN". Minuman frapucino saya aja namanya "NANDA" padahal saya mesannya dengan nama "NANA", saya pikir mas yang nulis nama sedikit budeg enggak denger makanya salah nulis. Jadinya saya ambil aja karena saya kira memang ini minuman saya. Udah duduk baru saya baca teliti. Green tea ini namanya bisa jadi "WIN' bisa jadi "NAN". Saya kira orderan WIN udah selesai satu minuman doang enggak ada yang ngambil minumannya. Lalu orderan kedua datang, ya saya kira memang punya saya karena saya urutan kedua setelah WIN. 

Begitu cuap cuap yang udah gue rancang di otak. Konyol banget kejadian kayak gini. Sama sekali bener-bener gak ada rekayasa atau dengan sengaja gue lakuin. Bingung, ini yang salah letaknya dimana? Apakah mas si pembuat nama? Bisa dilihat di cup green tea. "W" nya benar-benar mirip "N" atau salahnya ada di mata gue yang sedikit linu butuh dipijat?

Mas-mas sbux pergi, gue paksa partner buat minum. Minuman udah jadi, kejadian juga udah berlalu 45 menitan yang lalu dan minuman belum juga kesentuh. Gue mikir kalau si pemilik minuman si WIN udah lega minum green teanya. Permasalahan antara WIN sama mas-mas sbux juga pasti udah kelar. Gak mungkin diperpanjang kaya ulet, capek juga mereka, banyak urusan. Akhirnya gue menyelesaikan kasus dengan menjalaninya aja. Bagai gak ada tanggung jawab. Yah gak apa daripada gue kena malu. Lagipula bukan salah gue sepenuhnya. Mas sbux salah nulis, Win salah karena enggak ngejagain minumannya, gue salah persepsi. Emang dasar orang suka gini, udah tau salah, masih aja bela diri sendiri! Cukimay gak mau disalahin! Yah maklum... Manusiawi. Huehehehe


Kamis, 08 Februari 2018

Cobain kuliner kerang kiloan

Heyooo! 
Pecinta kerang juga? 
Penaksir kerang juga?
Atau belum pernah gadoin kerang-kerang lautan? 
Atau pingin makan kerang tapi gak tau kerang-kerang enak dimana?
Ini dia gue mau kasih rekomen cafe yang jual kerang-kerang enak yaitchuuuu "MAMAJI KERANG KILOAN" kala itu gue makan di daerah bintaro. Tapi kalo di cari di google gue nemu banyak cabang sih soal mamaji kerang kiloan ini. Ternyata jual di ciledug ada, jual di serpong juga ada. Sekitaran jabodetabek masih terbilang aman untuk kuliner mamaji kerang kiloan ini lah yaaa! 


Tampak dari depan yang sedikit blur. Enggak sedikit. Emang blur beneran.

Lantas kendaraan gue parkirkan dibarisan parkir depan, lalu masuk dan beranjak ke lantai atas karena dilantai bawah udah penuh semua meja terisi orang makan kerang kiloan. Jelang naik ke tangga, gue ngeliat ada berbagai perabot mainan yang bisa dipakai main untuk pengunjung disana. Ada sepaket kartu uno, congklak, dan mainan lainnya tertata diatas meja dekat tangga. Gue kelantai atas dan ternyata beuhhhhhh sepiiiiiii gengs, cuma terisi satu meja dengan dua orang yang makan disitu. Keadaan dilantai atas kurang lebih seperti ini

tangga ada di samping tembok hitam 

ruangan tertutup tirai kerang itu adalah toilet, bisa untuk cuci tangan atau buang duit hajat

ini dia tatanan bangku diatas. ada teve juga tapi sayang teve nya dimatikan 


Setelah memilih bangku enggak lama mba-mba yang dari lantai bawah datengin kita naik keatas dan ngasih menu pilihannya. Awalnya gue membaca-baca dulu menu kerangnya, tapi makin lama gue makin bingung karena enggak tersedia gambar kerang, cuma tulisan pilihan menunya aja. Dari kebingungan itu timbullah pertanyaan. Seketika mba-mba pelayannya gue wawancara dalam durasi yang sedikit lama, bagai wawancara masuk kerjaan ini mah. Untung mba nya sabar, tepuk tangan untuk mba nya. Prak prak



Setelah memilih menu pilihan gue berniat untuk memainkan perangkas perabot mainan yang memang disedian untuk customer yang terletak dilantai bawah. Maka gue berniat ambil mainan dibawah itu buat dimainin diatas. Gue cuma ngambil congklak karena kayaknya udah berabad-abad tangan enggak megang biji congklak, megangnya biji yang lain seperti biji kerikil, biji kopi, biji recehan bahkan. Sedih yah tangan ini



Congklaknya bagus! Ini namanya congklak modern. Jaman gue kecil belum pernah tuh gue lihat ada congklak pahatannya sebagus ini, congklak yang sering gue mainin ya congklak yang terbuat dari plastik. Terlalu minim pengetahuan gue soal dunia modern kala itu. Emang sedih yah idup ini. Atau idup gue doang yang sedih kayaknya. 

Setelah menunggu lama akhirnya suatu yang ditunggu-tunggu datang juga! Pesanan untuk disantap datang dan siap untuk dilahap. Ah udah gak sabar rasanya. Sebelum menyantap gak lupa gue foto dulu untuk di abadikan di sosial media dan jejaring blog ini supaya kalian juga tahu jenis kerang apa yang akan gue makan. Maka itu gue perkenalkan, ini dia... si jali jali



Pesanan pertama, ini sebutannya "Kerang Hijau" yang sebelah kiri Kerang Hijaunya direbus, dan sebelah kanan Kerang Hijau yang sudah menjadi ke oren-orenan itu di goreng. Karena perbedaan cara pemasakan makanya hasil akhirnya pun juga beda begitu pula rasanya juga beda. Kerang hijau ini sering banget ditemuin masyarakat karena biasanya abang-abang sering jajakin dagangan kerang hijau keliling dengan kisaran harga dua ribu saja sudah bisa dibeli. Dan ternyata rasanya gak beda jauh seperti kerang abang-abang! Kalau kerang yang digoreng rasanya sedikit berbeda, sedikit sulit dijelaskan.


Pesanan kedua, yaitu namanya adalah "Kerang Bambu" sama halnya kerang sebelah kiri direbus dan yang sebelah kanan digoreng. Rasanya juga berbeda. Gue beli kerang bambu atas dasar gue kepo dan tertarik ketika melihat gambar kerang bambunya. Padahal gue belum pernah icip kerang ini sebelumnya. 




Ini dia camilan yang kita beli supaya seisi perut bisa penuh muatannya. Ini semacam udang yang dikasih tepung gitu, bisa dilihat digambar. Kalau dari kedua kerang diatas gue cenderung lebih pilih "Kerang Hijau" padahal yang gue beli adalah "Kerang Bambu" loh huahaha.

Kenapaaa? Rasanya kerang hijau lebih berasa bumbu kaldu semacam gurih gitu daripada kerang bambu yang memang asli rasa kerang bambu. Kerang hijau ada rasa manis, gurih, enak deh pokoknya ketimbang yang bambu. Entah gue gak tahu berbeda dari rasa kerangnya atau memang dari racikan bumbu yang ditaburin sama chef nya, tapi gue lebih condong ke kerang hijau gengs. 

Gue makan dengan lahap beserta nasi yang disedian dan sampai akhirnya habislah makanan itu. Akhirnyaaaa, gue enggak membuang rejeki dengan cuma-cuma melainkan benar berguna. Lihat nih huehehehe


Nasi bersih mengkilap kerang habis minuman terseruput dengan baik dan tong sampah kerang pun terisi dengan penuh. Benar-benar baru kali ini gue makan ditempat yang emang cuma condongin kelebihan dari kerangnya aja, tapi tetap disediakan menu seafood lainnya walaupun enggak semua. Selain dari harganya yang terbilang miring, tempatnya juga bagus karena nyaman dan bersih. Bisa dibilang, 40 ribu udah cukup untuk seorang. Bahkan terbilang lebih. Karena kalau mau versi iritnya, 30 ribu an deh paling banterrr cukup untuk seorang. 

Bisa banget ini tempat buat dicoba oleh pecinta kerang sekalian. Apalagi kalau mau seru-seru ramean sama gengster, dijamin tempatnya gak akan ngebosenin buat nongkrong. Kalau memang udah bosen, bisa banget dicoba permainan yang memang udah disedian buat dicoba. Selain nongkrong berguna buat sharing satu sama lain, nongkrong disini juga bisa buat ngilangin kepenatan dengan nyoba permainannya ditambah bakal ngenyangin perut karena kerang-kerang yang disediain emang WAAAGELAAASEEHH bangeeettttt!!!







Minggu, 21 Januari 2018

Aku, dan cuma Aku


Aku. Diam saja sudah buatku nikmat kehidupan

Siang ditengah terpaan hujan deras nan curam, rasanya dahaga bagai bahagia datang kembali ke permukaan. Bukan bahagia senang melainkan, hanya bahagia sebagai tanda bahwa aku bersyukur untuk semua ini 

Kesendirian ku ialah sendiri
Kesendirian ku bukan curam ku 
Kesendirian ku hanya sebuah sendiri yang orang lain tak pernah merasa 
Aku, bagai aku seorang di muka bumi ini
Hidup tanpa bayangan apapun, tanpa sentuhan khas dari orang - orang diluar
Tapi sudah cukup untuk buatku bahagia

Sesekali cinta datang untuk menyejukkan hati
Tapi datangnya cinta hanya untuk bertamu, bukan untuk menetap
Yang ingin pergi pasti kan pergi
Yang ingin bersama akan terus bersama 
Ku akui semua itu terjadi atas seijin takdir semesta 
Kalau memang seharusnya begitu 


Terkadang aku hanya butuh secangkir kepahitan. Seperti yang orang-orang anjurkan bahwa pahitnya kopi sama dengan pahitnya hidup yang kamu rasa. Bila diminum, semua akan berasa nikmat menjadi kesejukkan serta keikhlasan bahagia. 

Aku bersemayan dalam ruang kosongku, hanya berdiam diri dan merenung menanyakan suatu akan filosofi yang sama sekali tak pernah muncul untuk ditanyakan. Mengapa manusia akan lebih baik bila bersama? Mengapa cinta dan dicintai itu merasa perlu dan bukan hanya sekedar untuk sementara? Mengapa pundak dari bahagia adalah bila kita ber-sepasang? 

Menjadi sepasang atau berdua adalah atas kemauan takdir, bukan semua wujud manusia ingin berdua. Tidak semua. Untuk memulai berdua saja sulit, apalagi bila dijalani, bagai rintangan satu persatu. 

Mencocokkan dua hati itu adalah perkara. 
Tapi mengapa perkara itu adalah suatu kewajiban untuk semua orang?
Mengapa takdir semesta sangat menyulitkan? 
Bagaimana bila aku cinta untuk menjadi sendiri? 
Bagaimana mewujudkan berdua adalah problematika hidup?

Aku lelah untuk menyamakan kedua hati yang berbeda, semesta. Berat rasanya. Dua insan dalam dua benak kacau yang berbeda. Untuk disatukan rasanya bagai perang hirosima nagasaki, perlu meledakkan dahulu keduanya. Syukur bisa menjadi satu, lantas kalau berpisah karena insan yang dihantam sangat berat bebannya? Lalu kembali lagi mengapa takdir harus berdua? 


Cuma pahitnya kopi adalah temanku kala bebanku serasa menghantam jiwa. Kesendirianku amat lebih baik dari rasa kamu menggandeng lenganku lalu menghempasnya saat kau tahu bahwa aku bisa menjadi pribadi diluar batas. Hanya diluar batas dari benakmu, pangeran. Bukan diluar batas seperti kebanyakan orang. 

Kalau ikhtisar dari mencinta adalah menjalin menjadi satu, lantas mengapa kami mempunyai pikiran untuk tak menerima perbedaan? Mengapa semesta memberikan?



Lagi-lagi isi benakku hanyalah sebuah ilusi pertanyaan yang sama sekali aku tak tahu apa jawabannya. Kalau aku bertanya pada semua orang, mereka hanya diam dan bingung mencari jawaban. Kembali aku diam lagi. Selain dari hal nya kopi, buku adalah sandaranku. Aku benar benci untuk mencinta. Seperti pengorbanan yang tak dibayar jasanya. Syukur dibayar dengan bahagia, bagaimana bila dihempas? Mari di ikhlaskan semua rasa.

Ah aku lelah. Menjadi pemenang hati seseorang bukanlah handalanku. Yang ku tahu, bakatku adalah menjadi pemenang sendiri. Kesendirian adalah nikmat surga yang ku rasa. Aku, tak butuh belaian lembut serta kecupan mesra lainnya. Semuanya itu hanya nikmat sesaat karena suatu saat akan kembali dihempas dan lalu ditinggal pergi. Apa itu rasanya bahagia? 



Bersandar pada ruangku adalah wujud penerimaan hidup. Aku harus merasa bahagia. Dia, hanya mainan hati dari sedikit waktuku dalam hidup. Mengapa hati ku terus mengalun karenanya? Mengapa terkadang logika tak sejalan bahkan perasaan lebih bisa untuk memenangkan daripada logika? 

Dia yang datang untuk mengenalmu semula lalu berniat pergi setelah mengetahui keburukanmu bukanlah orang yang tepat bagimu. Alangkah lebih baik bukan untuk menunjukkan sisi buruk pada masa pendekatan daripada setelah janur kuning lalu diketahui semua segala sisi buruk? Syukur bisa diterima, kalau tidak? Akan ada penyesalan serta tangisan yang hebat. Memang kita hanya jagung rebus setelah dikunyah lalu dibuang ampasnya? Kita juga manusia yang butuh dikasih dan sayang 


Kini aku kembali sendiri pada ruang kosong ku. Duduk berdiam hanya melamun sesekali ku pejamkan mata sebagai tanda ku jalin komunikasi pada semesta. Aku bersyukur walau semua ini terasa sakit yang tak seberapa. Aku lebih baik bila aku sendiri. 

Mungkin takdir memang harus begini. Mungkin aku bisa bahagia dengan belaian bila ku terapkan penerimaan hati. Apa aku perlu memperbaiki diri? Kalau ditinggal dan dihempas lagi, akankah aku masih belum cukup baik sebagai seseorang? Seburuk itukah aku? 

Kesadaran memang perlu buat semua, tapi disadari atau tidak, ikhtisarnya semua manusia sama saja. Punya sisi baik maupun buruk. Buruknya dia tak dimiliki orang lain, baiknya dia juga tak dimiliki orang lain. Cinta hanya perlu penerimaan. Penerimaan cinta itu ialah menutupi segala keburukan sehingga bahagia kan datang abadi.

Ah hujan masih belum reda tapi kopi pahitku sudah habis. Ku letakkan kopi yang ku genggam sedari tadi keatas meja kecil sampingku, kembali ku menyandarkan diri pada kasur empuk ini, memejamkan mata untuk sesaat lalu tersenyum seraya berucap dalam hati "Aku, dan cuma aku adalah pemenang dari sebuah bahagia bila aku sendiri" 

Rabu, 10 Januari 2018

Mari menggibah soal 'KELULUSAN'

Soal lulus nih, antara dunia tegang dan kebahagiaan. Menyatu penuh duka 

***

Halo gengs seperti yang kalian tahu bahwasannya gue udah lulus sekolah menengah atas dan sedang menduduki masa-masa perkuliahan menuju semester akhir bahkan setelah kelar liburan ganjil di bulan januari ini, gue akan kembali masuk perkuliahan dengan menduduki semester akhir alias semester 8. Dengan semangat semua prosedur yang udah gue lakuin di masa-masa semester pendek udah berakhir, seperti contohnya tugas-tugas pelajaran di semester kecil bisa gue licinkan, kuliah kerja praktek bisa gue jalankan dan seminar proposal atau yang kalian tahu dengan sebutan sempro udah gue jabankan dan sekarang gue going to the next level! Huyeehhh

Baru hari kemarin di budi luhur sedang berlangsung sidang semester akhir yang ternyata mereka semua adalah temen-temen yang seangkatan bareng gue, masuk sama-sama tahun 2014 dan hebatnya mereka bisa lulus dalam jangka waktu 3 setengah tahun. Gimana gue bisa tahu? Of course dengan adanya instagram yakni popularitas media untuk dunia bergengsi memberitahu gue kalau mereka semua bisa lulus, bahkan ada yang lulus dengan gelar cumlaude dan berbagai aktivitas yang mereka lakuin dengan teman-teman yang memberi surprise, foto bareng, lempar bunga bareng, makan bareng, cengengesan  bareng, nyengir bareng, mandi bareng senyum bareng pun tercemar di dunia instagrammer. Tentu jelas gue bisa melihat semuanya. 

Gambar terkait

Seperti yang gue rasakan saat selesai sempro, disitu kepuasan dahaga lega segar seperti abis minum teh botol sosro menyatu dalam jiwa, rasanya bahagiaaa! Mungkin rasa itu semua yang dirasain teman-teman yang abis lulus sidang kemarin. 

Sebenarnya waktu gue sidang sempro kemarin jatuhnya gue menduduki sidang ulang, banyak temen-temen lain yang juga sidang ulang, dan lebih banyak lagi temen-temen yang rusak atau salah pada paper sempro sama seperti punya gue tapi mereka enggak diberi sidang ulang bahkan di sidang dengan satu pertanyaan aja. Rasanya buat gue itu semua enggak adil. Ketika dosen sidang menyidang anak-anaknya dengan rasa mood bagus atau mood udah bosan. Waktu gue pertama sidang sempro yakni mood dosen gue lagi masa-masa semangat, gue maju urutan absen nomer pertama dan dibeber semua pertanyaan sampai akhirnya dia menghakimi untuk gue sidang ulang karena jawaban ragu-ragu yang gue beri. Giliran teman, cuma dikasih satu pertanyaan habis itu dinyatakan lulus. Banyak teman yang memberi jawaban ragu juga setelah itu dinyatakan lulus. Fix gue dibuat kesal sama itu dosen. Karena gue dibuat kesal sama dosennya, semangat gue jadi terpacu untuk segera meluluskan sempro. 

Gue takut dalam skripsi nanti gue harus dinyatakan sidang ulang lagi... Dalam sidang ulang, otomatis akan ada revisi ulang. Gue amatir sendiri. Gue emang harus bener-bener fokus dan paham sama skripsi gue. Itu sih sooo pasti. Udah harus. Sekian hal yang gue utarakan sebagai bentuk curhatan ke amatiran skripsi. 

***

Lanjut ke temen-temen yang abis kelar sidang kemarin, ada temen yang masih pagi buta udah langsung update ke instagramnya dengan menunjukkan bahwa dia udah lulus sidang. Dalam foto, properti yang dibawa hanya segempok kertas dengan isi surat pernyataan bahwa dia lulus dan kertas lainnya yang gue gak tahu. Menjelang siang, sebagian teman update dengan bawa properti bucket bunga dan foto sama segerombolan geng kapak nya. Dan muncul pertanyaan, kenapa setiap kelulusan skripsi gini para perempuan pada foto-foto sambil memeluk bucket bunga atau bucket cemilan? Kenapa gak memeluk pasangan aja? Loh, itu mah sesi pernikahan X)

Gue jadi berfikir, kalau mereka diberi bucket bunga oleh teman-teman yang satu geng dengan dia, gimana kabarnya sama orang yang gak punya geng teman-teman dekat? Terus ketika orang itu keluar kelas dengan hasil lulus sidang akan keluar dengan wajah sumringah bahagia tapi tanpa orang-orang disekelilingnya gitu? Ketika temen-temen pada foto ramai-ramai sambil bawa bucket dan si dia yang sendirian itu cuma bisa foto sama kertas pernyataan kelulusan seorang diri gitu? Apa geng yang ramai-ramai mau tanggung jawab atas kemalangan si dia yang sendirian ini? Pasti ada rasa iri dari si dia yang sendirian. Sungguhhh itu sih namanya kenikmatan kelulusan kesendirian. Paket komplittt! Tapi kembali lagi, semuanya harus disyukuri. Tapi apa iya bakal ada orang yang kayak si dia? Andaian ini buat gue malalang buana. 

***

Entah seperti apa proses skripsi gue nanti masih menjadi misteri.
Apa skripsi lancar sesuai jangka waktu dua bulan? Apa gue dinyatakan gak lulus dalam sidang? Apa gue akan sidang tahun ini? Apa gue dinyatakan ulang sidang? Apa gue bisa lulus tahun ini? Apa gue dilulusin atas dasar kasihan atau murni lulus atas pencapaian yang udah dilakuin? Apa gue dapet segemprok bucket? Apa bucketnya berisi uang atau cuma berisi sandal swallow? Apa gue akan bahagia? Ah semuanya masih misteri. Gue cuma bisa nyiapin diri untuk fokuskan diri ke skripsi dan bertarung menjadi pemenang debat dalam sidang yang akan datang. Huft... Gue takut sebenarnya

Semangat semuanya!
Ganbatte! 
Doakan kita semua sukses! 
Amin


Sumber gambar:
https://www.google.co.id/search?q=lulus+sidang&dcr=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiBpa7b387YAhWLvY8KHY4kAKMQ_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgdii=_5TJvIJMFm6jCM:&imgrc=I-bebjWjqvxj1M:

Sabtu, 23 Desember 2017

Hoooliday! - Kawah Putih Bandung


Dingin berasap, kabut bertubrukan, abu bagai abu melayang ke udara. Begitu rupa kawah putih. Tapi buat gue kawah putih bukan cuma sebuah kawah, pasti ada misteri dibaliknya, yang pasti seram bukan cuma sekedar seram. Tapi unik. Gue seneng bisa kesini...

Belum pagi buta gue udah bangun cuma untuk melihat kawah yang emang keindahan semesta ini bisa bikin sulap si penikmat jadi merasa hilang beban atau santai sejenak dari beban hidup, atau bisa dikata pengunjung hadirin sekalian bisa senang dari efek liburan melihat kawah. Gimana bisa? Ini kawah macam danau bersalju mirip yang ada di korea, sayangnya danau ini gak bisa buat dipake main ice skating, nanti kecebur kepanasan.

Dari kota bandung jalan asia afrika gue berangkat ke kawah putih kurang lebih tiga jam perjalanan. Dari jalan beramai yang gak ada kabut asap tebal dinginnya sama sekali, sampai berasa ada di negeri penguin, negeri batu es. Dingin gak pake ampun!  




Ini dia pemandangan parkiran di sekitar kawah putih. Udah ada banyak warung yang jajakin jualan cyin! Tapi sepi, orang sekitar baru pada mulai jajan belanja cantik pas udah balik dari melihat kawah putih. Karena menurut riset gue, orang-orang yang baru sampe di lokasi ini, pasti kepo pingin buru-buru sampe buat ngeliat si kawah putihnya dulu. Bener-bener kepo pingin berasa lagi ada di negeri penguin.



Dari parkiran motor kawah putih dengan biaya tarif 5.000 rupiah, lanjut menuju kawah putih naik ontang anting atau semacam mobil angkot dengan tarif 15.000 per orang, sama biaya masuk kawah putih untuk orang lokal dikenakan 20.000 per orang. Jadi total biayanya sekian...

Naik ontang anting ke kawah diperjalanan selama dua puluh menitan. Semakin jauh trek perjalanan semakin nanjak, semakin dingin pula hawa badan. Gue orang jauh dari pamulang, baru sampe di parkiran kawah putih aja udah menggigil, gak ngerti lagi kalau udah di kawah, gue ngeri die karena kedinginan. Kan kasian jadinya, tapi untung kulit badan masih bisa netralin hawa dingin, gue merasa hebat karena bisa nahan dinginnya kawah putih dengan takaran minus 2 derajat. Aiiihhh matteeeeee 







Keindahan kawah putih bikin gue berasa ada di negeri korea pas lagi musim salju, tapi saljunya lagi enggak turun. Angin dingin bersiyur-siyur yang bikin bulu kuduk gue makin berdiri. Dinginnya bener-bener gak bisa dikasih ampun! Kalau mau kesini, emang bener-bener siapin hawa tubuh yang fit, karena kalau hawa badan lagi sakit, mungkin gampang banget untuk terserang penyakit dari hawa dingin disana. 

Disana hidung gue pilek-pilek, dan karena anginnya kenceng, pasir-pasir disana suka terbang sesuka maunya si pasir, maka itu pengunjung disediain masker untuk nutup hidung supaya enggak keganggu pernafasannya. Karena moment lagi mau foto aja makanya gue buka maskernya, padahal disitu gue lagi nahan supaya ingus enggak keluar huahahaha.



Disana gue ngerasa damai, santai, rileks, dan yang terpenting gue lupa sama beban hidup. Sekitar satu jam gue seneng-seneng di kawah putih, foto-foto, video, duduk santai, ngobrol, nikmatin suasana dan alam, diem, merenung, berfikir, bengong, nguap, kelaperan, benerin rambut berantakan karena anginnya kenceng banget, dan lain sebagainya. Sampai udah gak kuat sama dinginnya gue balik lagi turun ke parkiran buat belanja camilan-camilan gurih yang dijajakin disana. 

Enggak lupa gue foto dulu sama palang 'kawah putih' supaya moment bisa diabadikan sepanjang masa sampai akhir hayat. Cieileh...



Spektakuler pemandangan. Mau menyegarkan mata aja butuh modal, namanya juga hidup ya mau dapet kenikmatan memang mesti dicapai dengan pengorbanan kerja keras dan usaha atau tenaga, baru bisa berasa hasilnya. Cheers for lyfe! Hidup perlu semangat

Click on this!


Rabu, 20 Desember 2017

Lagu lama yang tak bisa ku lupa




Ku ambil gitar dan mulai menyanyikan
Lagu lama yang tak bisa ku lupakan
kata hatiku.... ups 
Itu juga termasuk bait an dari lagu lama

Tahun lalu abad dua ribu aku rindu, butuh rindu akan belaian lagu cinta lama
Lagu itu pernah menjadi yang paling hits dari lagu galau melan lainnya
Dan lagu itu selalu menjadi juara dari pengisi hatiku 
Baik pengisi kosong maupun pengisi kesunyian. Sama perihalnya...

Bukan hanya lagu lama yang di rindu
Lantunan suara sang vokalis juga salah satunya niat perihalku datang ke event 
Serempak pukul sembilan malam cek sound mulai mengegas
Tak apa aku berdiri ber jam jam hanya menatap sang vokalis 
Merasakan getaran lirik nada suara 
Sama hal nya dengan merasa dalam denyut nadi 
Hati ku kan tenang, iringannya buat benakku mengingat dia
Tapi bukan ingatan jahat, ingatan sebuah penerimaan 

Lagu, suara, iringan nada
Buat diri macam relaksasi
Aku bagai meditasi iringan aromatherapi 
Iringan santun musik mampu buat tubuhku gejolak santai
Aku di padu padankan untuk menerima segalanya

Kecewa rasa
Patah hati rasa
Kebohongan rasa
Tersakiti rasa 
Kesedihan rasa
Semunya tercampur aduk menjadi satu dengan penerimaan rasa
Gejolak ikhlas rasa menjalar dalam diriku
Karena santunan lagu lagunya mampu menenangkan jiwaku

Sunyilah
Tetaplah
Mengalirlah 
Dalam Jiwa

Kamis, 23 November 2017

Dinner at Sushi Tei

Heyooo gengs!!

Gue lupa sekitaran tanggal berapa, gue abis diajak dating buat makan di sushi tei looooh hehehe hip hip huraayyy *cahnorakkk*
Biasanya gue cuman makan sushi yang murah-murah aja, seperti 2 pcs sushi kena harga 3.000 rupiah yang dijual di aeon mall, atau gak paling mahal 2 pcs sushi kena harga 6.000. Masih terhitung murah dan memadai lah yaa!

Tapi kali ini gue diajak buat ke restoran sushi tei yang dikenal dikalangan gengges aduhai kalo restoran ini terkenal dengan harga selangit (buat kantong pengangguran dan buat kantong gue). huahaha

Well gue cus ke lokasi dan datengin sushi tei yang ada di Bintaro Exchange Mall letaknya di bintaro dekat kampus UPJ.



Baru sampe di pintu masuknya, gue dan doi langsung disambut sama seluruh waiternya dengan ucapan 'itidakimaso' atau 'ikisamaseee' yang gue sendiri gak tau itu bahasa artinya apa. Entah kata ucapannya kayak gimana gue gak begitu ingat, yang jelas semua waiternya bergantian teriak ucapan yang mungkin artinya adalah 'selamat datang'. Disitu gue merasa bak putri kerajaan.

Gue dikasih tempat untuk duduk lalu dianterin buku menunya dan langsung memilih menu yang mau di santap. Pertama gue melihat-lihat dulu mau nyemil yang mana. Gue nyari menu nasi goreng ayam penyet tapi sayangnya menu yang gue cari gak ditemukan disini.
Karena gue mencari yang salah pada tempatnya, selera perut menggugah gue buat berniat nyobain sushi salmon. Gue kepo apa bener salmonnya itu mentah dan rasanya kenyal-kenyal? Ternyata eh ternyata... iya, seperti mentah dan kenyal.

Setelah memilih menu yang gue gak begitu kenal sama makanannya karena menu akrab gue cuma lalapan, ayam, sayur, nasi padangan, pecel lele, mie, dan itu semua gak dijual disini, gue menunggu sembari update ke media path supaya dilihat keren sama orang-orang sekitar. Dan akhirnnya makanan gue dateng gengs...


Percayalah wahai pembaca... Doi gue yang memilih menu sebanyak ini. Bagi gue, sepiring sushi aja udah karunia yang berharga buat perut kecil gue. 

Karena makanannya yang kebanyakan, takut-takut harganya menjulai tinggi, gue pesen minum biasa aja paling murahan yang bisa diisi ulang. Ini dia minumannya Lychee Tea. Entah itu apaan...


Dia.. iya dia yang memilih menu sebanyak tadi. Gak ketinggalan ada menu salmon yang gue pingin coba huehehe. 

Makanan sudah datang, minum sudah datang. Tak lupa gue foto dulu minta difotoin sama mbak waiternya biar jadi kenangan terindah seperti lagunya salmons samsons. Jekrek! 


Abis difoto, makan deh abisin semua santapannya. Ngomong-ngomongin sushi tei kenapa dikenal harga mahal, karena sepiring sushi yang isinya 6 biji aja bisa kena harga 40 sampai 50 ribuan. Setelah gue coba, bedanya dengan sushi biasa yang 3000an, bumbunya lebih berasa dan rasa sushinya juga lembut, enggak keras seperti nasi aki gitu. Tapi selebihnya pasti ada yang membedakan deh, ada harga, punya kualitas juga pastinya. 

Ini dia total biaya yang gue keluarkan. Bisa dihitung hitung berapa harganya setiap 1pcs sushinya gengs. Ternyata harga minuman paling murah kena biaya 20 ribu... Wew. Itu udah termasuk paling murahan loh. Kalau ke angkringan udah dapet palak ayam sampe luber-luber gengs!


Well setelah nabung nabung irit akhirnya kesampean bisa nyobain sushi asli dan bukan sushi-sushi palsu seperti biasanya huehehe. Cek in dot to my vlog ya gengs! :D







Rabu, 08 November 2017

Mba Nana Casual Outfit (patern motive)


Hello gengs, gimana kabar kalian? Udah sarapan pagi belum? Gimana kabar hati? masih mengingat yang dulu atau udah berpaling ke gue yang lain nih? *nahloh

Kabar gue sendiri lagi dikasih kesehatan yang baik, soal hati pun juga sudah membaik seiring berjalannya masa renta gue, yang enggak baik kabar ketika gue menghadap dosen. Gue masih takut soal skripsi gue yang kadang suka dicoret gitu huaaaa

Well, gue mau update soal mba nana yang mengenakan style casual outfit lagi. Kenapa sih selalu casual outfit? Jawabannya, karena fashion item yang udah nempel di diri gue ini ber-genre 'casual' 'outfit', so, gue lebih dominan bergaya ala ala casual yang stylish daripada yang rame-rame gonjreng gitu karena gue ngerasa masih belum masuk ke gaya gue, agak susah mix and match yang rame-rame lolipop gitcuhhh!

Let's we start from head!



Untuk kepala, gue cuma menggeraikan rambut dan menghiasnya pake headband biar terkesan 'cute' gituuu


Ini dia outfit atasan dari yang terdalam gue menganakan tank top hitam sebagai dalaman supaya gak transparan, ditambah luaran tanktop flower jadul yang ada pita di bagian dada. Karena modelnya tanktop yang bikin lengan gue terbuka dengan jelasnya, gue kasih balutan outer supaya gak terkesan terlalu sexy glamour. Gue pasangkan outer zebra horizontal white and black 

Gue tambah jam tangan di pergelangan sebagai aksesoris tambahan supaya tangan gue gak terlalu mati gaya. 



Di lengan yang lain, gue menenteng tote bag from Marc Jacob.



Bawahan, gue mengenakan balutan legging jeans. Seperti legging, tapi bukan legging. Sengaja gue pilih warna hitam karena hitam terkesan natural. Well, gue buat fashion item kali ini dengan bawahan warna natural dan ramai di bagian atasan karena ada corak bunga-bunga tua di bagian tanktop luaran.

The last, shoes



Sepatu gue seperti biasanya. Warna pink adalah corak yang gue banget, ditambah motif unik yang udah terpasang dalam sepatu bikin style gue makin terlihat casual but tetep unik sesuai selera gue huahaha.

And this is it, my casual outfit!





Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Fransisca Williana Nana
Lihat profil lengkapku

Followers

Google+ Followers

total human

Follow Us

BTemplates.com

About Us

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts