Welcome blog Mba Nana

Diario Area | Diario Travel | Diario Outfit | Diario Love | Diario Diario

Rabu, 14 Juli 2021

Masakan chef Nana

Halo! Beberapa bulan lalu aku dirumah sendirian lho. Orang rumah semuanya pergi ke kampung halaman. Waktu itu lagi era new normal, karena ada kesempatan buat ketemu sanak saudara dikampung, berangkatlah mereka. Aku gak ikut karena urusan pekerjaan yang sebenarnya gak enak kalau harus ditingal berlibur apalagi ambil cuti ditengah virus bara-bere kayak gini.

Bingung harus makan apa selama hampir 2 minggu kedepan. Uang pas-pas an karena mendekati akhir bulan. Alhasil harus muter otak. Nyari referensi masakan simple di youtube dan tutorialnya. Hari minggu pagi aku pergi ke pasar supaya belanjanya cepat dan kena harga murah! Aku udah catat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kebutuhan makan satu minggu lebih. Di kulkas cuma sedia telur dan nugget, bisa sebagai cadangan kalau gak ada masakan dirumah. Aku belanja kepasar dan habis budget sekitar 130 ribuan. 

Karena ditinggal orang rumah tanpa stok makanan banyak selain telur, nugget, dan beras, aku jadi tahu budget kebutuhan pangan dan ngatur keuangan untuk kebutuhan hidup. Hal ini bisa jadi bekal wawasan aku untuk berumah tangga nanti, ya kan calon suamiku? *lho  hehehe*

Sesekali aku pingin ada masakan yang bervariatif misalnya ada tambahan bumbu rempah-rempah atau termasuk kategori masakan yang sulit dibuat. Iseng mau bikin ayam dengan varian lain, akhirnya nyoba buat ayam rica-rica.

 
Dari banyaknya referensi di youtube, aku cari yang paling mudah. klik disini untuk ayam rica-ricaBahan-bahan: Ayam 1/2 kg, daun salam 2 lembar, sereh 1, kemangi 1 ikat, minyak goreng secukupnya, air 1 gelas, gula 1 1/2 sdt, garam 1/2 sdt, kaldu bubuk 1/2 sdt.

Bahan yang dihaluskan: Bawang merah 5 siung, bawang putih 3 siung, cabe merah keriting secukupnya, cabe rawit merah secukupnya, tomat 1 buah, merica 1/4 sdt, kemiri 2, jahe 1 ruas, kunyit 1 ruas.

Biarpun ada beberapa bahan yang ketuker, jahe yang ternyata lengkuas. Padahal di gambar google bentuknya mirip, dan sereh yang entah ketuker sama daun apa tapi ternyata cita rasanya mirip dengan ayam rica-rica yang pernah ku makan. Dan pertama kali ngulek bumbu dapur, biarpun mata kepedesan tapi niat tetap maju tak gentar sampai bumbu rica-rica nya jadi. Dan akhirnya chef nana berhasil bikin ayam rica ala-ala. Enak rasanya!

Selanjutnya

Telur kecap asin dan telur daging ham mayonaise. Ini mudah bikinnya. Untuk telur dadar dan daging ham didalamya di balurin saus mayonaise secara merata supaya cita rasanya lebih berasa. Makan deh dengan nasi putih!

Untuk telur kecap asin, pertama-tama buat kuah dalam wadah mangkok kecil berisikan bawang putih 2 siung, lalu tuang kecap bangka, lada bubuk, kecap asin dan air. Panaskan wajan berisi sedikit minyak, taburkan daun bawang yang sudah dipotong-potong, pecahkan telurnya, tuang kecap asin yang telah dicampur beberapa bahan tadi dalam wadah kecil ke telur yang sedang digoreng.

Nyalakan api kecil tunggu sampai setengah matang sembari mengguyur telur dengan bumbu kuah campuran kecap asin tadi. Tinggal di angkat deh! Boleh tambah wortel, timun, atau sayur mentah lainnya sebagai opsi.


Selanjutnya aku bikin sayur kentang karena sudah rindu untuk makan sayur. Bahan-bahan ala kadar seadanya stok dikulkas. Sedia kentang, brokoli dan wortel. Dicampur air dan beberapa telur hanya sebagai penambah bahan. Masukan bumbu dapur garam gula lada dan kaldu ayam supaya terasa enak. Jadi deh!

Lalu ada bakso goreng yang dicampur dengan sosis, cabai, bawang putih dan bawang merah. Masaknya mudah hanya cemplung-cemplung bawang putih, bawang merah, dan cabai pada wajan yang sudah diisi sedikit minyak goreng panas. Cemplung kembali bakso dan sosis, tunggu sampai matang atau warnanya berubah kecoklatan. Sudah jadi, makan deh pakai nasi!
Mudah bukan? Memasak itu seperti seni yang menyenangkan. Dua hari sekali sepulang kerja aku masak menu diatas untuk isi perut sendiri. Tinggal sendiri, masak sendiri, nyuci sendiri, mikir sendiri hahaha untunglah aku bisa. Maklum aku bukan anak rantau atau anak yang pernah kost hidup sendiri. Jauh dari ibu buat ku sulit rasanya. Betul-betul anak emak... 

Tapi aku akan siapin diri untuk kehidupan selanjutnya dimasa yang akan datang, karena enggak mungkin jadi anak emak terus-terusan ya kan. Seenggaknya aku udah merasa mampu untuk hidup mandiri apalagi hidup bersamamu wahai sang calon belahan jiwa *lho hehehe

Senin, 14 Juni 2021

Open trip Situ Gunung Sukabumi


Halo! Udah lama banget aku diajak liburan ke daerah Sukabumi. Liburannya bareng teman-teman open trip. Seperti yang kita tahu kalo join open trip pasti perginya rombongan sama strangers atau orang yang gak dikenal. Biarpun saling gak kenal, kita punya satu tujuan yaitu travelling ke tempat yang sama.

Tapi ada juga open trip yang perginya enggak sama strangers, kita bisa aja sewa jasa open trip dan pergi rame-rame sama rombongan keluarga besar, saudara, bahkan teman-teman atau satu komplek. Yang pasti, identiknya dari join open trip adalah waktu kita terbatas dan itinery udah ditentukan dari pihak OT. 

Aku pribadi enjoy aja gabung open trip. Biarpun itinery diurus dalam keterbatasan waktu, yang penting memuaskan! Gak mungkin juga kan pihak open trip ngasih waktu yang minim buat kita jalan-jalan kecuali waktu terbatas memang harus dijalankan untuk menghindari musibah yang sekiranya bisa menimpa kita bersama. 

Dalam open trip ke Situ Gunung Suspension Bridge di Sukabumi ini, aku diajakin sama Ina. Dia mau banget join trip ini sekaligus jalan-jalan biar gak penat katanya. Meeting Point di salah satu parkiran hotel daerah Kuningan. On the way bareng sekitar jam 5 subuh. Melihat gedung-gedung pencakar langit subuh buta dimana jalanan lancar jaya gak pake macet karena memang kita trip dihari weekend. Senang dong! 

Hampir terlambat, untung aja gak ditinggal bus. Begitu sampai, bus langsung tancap gas. Duh budaya ngaret kenapa jadi mendarah daging begini sih.. Kan gak enak ya jadi generasi ngaret. 

Awal bus jalan dari meeting point pertama, bener deh cuma baru ada sekitar 5 orang termasuk aku dan Ina. Bus masih belum penuh. Jalan beberapa menit kemudian, naik satu persatu. Makin melaju kedepan, makin ramai lah penumpang. Ternyata open trip kali ini banyak orang gabung dari berbagai kota.

Perjalanan cukup lama sekitar 3 jam. Ya ampun bisa ini dipake gantiin jam tidur tadi subuh. Tidur, tidur, lelap banget. Bangun-bangun kita udah sampai di daerah Sukabumi. 

Pemandangan gedung pencakar langit tiba-tiba berubah jadi dedaunan hejo-hejo. Sebelum masuk, kita foto bareng dulu di depan teger Situ Gunung seperti foto diatas. Cuacanya cerah banget, gak sadar kameranya belum diatur isonya tapi langsung dijepret. Ah kameramen nya buruk :(

Begitu masuk kita langsung ditanya "udah pada laper belom?"
Ya jelas udah. Secara bangun subuh apa yang bisa dimakan? Makan seadanya nasi dan lauk. Mampir alfa buat beli roti dimakan dalam bus tadi. Jelas laper dong. Cus deh kita makan. 


Inilah pemandangan yang kita temukan pas lagi di restoran buat sarapan pagi. Jembatannya kelihatan mataaa! Jadi kepingin buru-buru nyebrang jembatan. Pingin tau sensasi apa yang didapat, penasaran pingin lihat pemandangan kalo kaki udah berdiri disana. Kayak apa sihhh rasanya yaaa? 

Kelar makan, langsung jalan lagi. Di pintu masuk sebelum menuju jembatan, kita disuguhi hidangan pembuka. Ada ubi, singkong dan teh tawar hangat. Makanan tradisional yang bisa mengganjal perut. Kita jalan lagi menuju bangku theater. Entah sebutannya theater apa itu, kita cuma disambut sambil menikmati hidangan. 


Kenapa orang baju kuning bisa mengambang di udara? Yup, benar! Ada trik rahasia yang gak bisa dilihat kita mata pengunjung. Nontonin mereka dengan iringan musik sambil menikmati hidangan dan juga seruput teh hangat, duh berasa lagi di rumah nenek aku tuh. Suasana pedesaan terasa mencekat. Lanjut lah aku dan rombongan menuju yang dinanti-nantikan. Jembatan Situ Gunung!

Kita semua dikasih pengaman yang bisa digantungkan di sisi jembatan kalau sewaktu-waktu goyang dan ngerasa takut. Begitu kaki mencoba napak di jembatan, ya ampun goyangannya berasa banget! Apalagi waktu itu jembatan dalam keadaan ramai pengunjung, makin terasa lah gerakan jembatan. Cari sisi terbaik buat foto. Beberapa menit masih ngerasa kurang puas sama hasilnya. Background yang banyak orang bikin hasil foto kurang menarik dimata. Aku dan Ina menunggu sampai orang-orang udah pada mulai hilang, sampai akhirnya jembatan sepi, waktunya eksekusi pengambilan gambar.


Lanjut jalan lagi, masih ada spot kedua dari trip Situ Gunung ini yaitu menuju Curug Sawer. Oh iya mengenai budget untuk biaya Situ gunungnya sendiri sekitar 80 ribuan, dan untuk tarif open trip sekitar 100 ribuan. Biaya ini semua belum termasuk dengan tarif angkot dari pintu masuk pemberhentian bus sampai pintu masuk destinasi situ gunung. Dan belum termasuk budget jajan. 



Curug Sawer sendiri sama seperti curug-curug lainnya, gak ada yang terkesan unik dari curug ini. Hanya saja kita enggak bisa berenang atau main basah-basahan kaki di curug ini karena sudut areanya dibatasi tali seperti di foto. Jadi ya cuman buat foto-foto seru pakai background curug aja. Ditambah atmosfernya sejuk nan dingin biar berasa lagi main ke curug gitu deh!

Traveling detailnya bisa dilihat disini yaa. Cekidot!





Minggu, 09 Mei 2021

Kalung kesehatan VP Monel

Halo! Aroma-aroma nya udah mendekati hari lebaran ya. Lagi-lagi lebaran tahun ini aku cuma dirumah aja, atau mungkin jalan-jalan ke suatu tempat disekitaran daerah tangerang selatan. Enggak bisa tuh keluar kota apalagi ke ranah kampung halaman. Bau-bau covid 19 masih sama kayak tahun lalu. Antara dibuat kesal dan jengkel jadinya karena rutinitas mudik setahun sekali pun jadi terhalang. 

Padahal baru aja aku dapat satu aksesoris terbaru yang terdapat kandungan kesehatan untuk tubuh. VP Monel dari Vera Pancawarna. Begitu sampai produknya, gak sabar dong. Langsung aja ku buka kemasannya. Begitu kalungnya udah muncul, wow! Simpel dan natural, cocok dipakai untuk keseharian. 


VP MONEL aksesoris cantik untuk membantu menstabilkan suhu tubuh

Enggak cuman cocok dipakai untuk keseharian tapi juga akan terlihat menarik pas dikenakan pakai baju baru di hari lebaran. Uhhh!! Hari lebaran pakai baju baru dan aksesoris kalung baru, cucok dan tampil maksimum deh! Tapi sayang, itu cuma halu karena lebaran nanti aku cuma luntang lantung bersantai dirumah lol.

VP Monel ini merupakan aksesoris cantik yang tersedia banyak varian seperti:
  • Kalung alphabet
  • Gelang giok
  • Gelang piruz arab 
  • VP Monel Ulir 
dan masih banyak lainnya, bisa cek lebih lengkap di Instagram Vera Pancawarna
Karena penasaran lantas langsung aku kenakan di leher, dan begini hasilnya...


Tampilannya terlihat elegan dan cukup mewah. Aksesoris ini selain bisa menjadi media yang mempercantik tampilan luar, tapi ternyata memiliki kandungan untuk kesehatan tubuh. Kalung Monel ini buatan tangan dan dari bahan monel asli. 

Memiliki kandungan kesehatan untuk membantu mengurangi demam serta kalung anti alergi sehingga cocok untuk pengguna kuliit sensitif. Kalung ini anti acid atau anti asam, tidak dapat berubah warna dan anti karat. Designya yang simpel dirancang agar long lasting atau penggunaan yang cukup lama.

Kalau kamu lagi cari aksesoris yang bisa membantu kesehatan tubuh, cocok banget buat dicoba VP Monel aksesoris cantik yang membantu menstabilkan suhu tubuh.

Sabtu, 10 April 2021

Public Relations dan Ng-Endorse

Setelah nganggur cukup lama di tahun 2020 akhinya di akhir bulan bisa dapet kerjaan lagi yeay. Status pengangguranku akhirnya tergantikan dengan status pekerja hehe. Semua ini berawal gara-gara pandemi dan aku termasuk salah satu korban yang terkena dampak covid-19. Syukurlah sudah berlalu. 

Setelah dapat pekerjaan yang lokasinya enggak jauh dari rumah (bersyukur banget untuk ini), ditambah lagi posisi yang ku jalani juga sesuai sama kemampuan dan hobi yakni di bidang Promotions/Branding/Konten Creator/Sosial Media, pokoknya yang berbau dengan dunia Digital deh! (lebih sangat-sangat bersyukur banget soal ini) karena pelajaran Public Relations pas kuliah dulu salah satunya juga mempelajari tentang media baru atau media massa. 

Posisi yang ku sebut diatas enggak mungkin dijalani tanpa seorang PR ya kan? Salah satunya sebagai konten writer, copy writer, dan strategi promosi tentu butuh otak PR sebagai pemikir untuk sebuah kata-kata atau informasi yang ingin disampaikan ke khalayak serta rencana di hari depan. Mulanya cukup tertantang sih untuk nempatin jabatan dan melakukan pekerjaan kayak gini karena ilmu PR yang ku punya baru sebatas pengalaman basic saat kuliah dan di komunitas, belum pernah tuh terjun di dunia kerjanya hehe. Tapi karena niat dan ingin terus belajar, lambat laun aku pun paham. Sampai sekarang pun aku juga masih belajar, dan akan terus belajar. 

Nah, selain pekerjaan utama yang ku handle sebagai promotions branding, aku juga iseng-iseng terjun bareng teman-teman sebagai jasa Promotions Branding Social Media untuk menangani salah satu restoran di Tangerang. Restorannya cukup sepi karena outletnya baru buka. Satu bulan berjalan, kita ide in untuk Endorse food blogger yang terkenal. Salah satunya kuliner sama cici, jajan sama koko. Mereka itu satu manajemen tapi termasuk menjadi 2 foodblogger. Bisa dipilih salah satu, atau make jasa keduanya tentu harganya beda-beda ya. 

Sebelum benar-benar memilih satu foodblogger, aku list dulu semua foodblogger dan endorse an lain dengan engagement rate tinggi. Semakin banyak engagement rate mereka, tentu akan ngaruh ke branding yang di endorse. Bisa membawa banyak orang jadi tahu tentang resto, tentang makanan yang di endorse, bahkan produk yang dijual. Dan berharap juga mendatangkan banyak orang-orang ke outlet untuk membeli produk. 

Habis itu baru deh di kontak admin dari endorsement nya itu. Dengan bahasa sopan santun dan jelas tujuannya apa langsung aku kirim. Otomatis bakal langsung di kasih rate-card atau harga jasa endrose. Ternyata biaya mereka itu diluar dari biaya transport. Transport jabodetabek area bisa sampai sekitar 300-400 ribu budgetnya. Belum lagi biaya jasa mereka sendiri. Wow juga ya untuk harga sebuah endorse.

***

Di hari kedatangan mereka untuk shooting, tentu aku datang. Ibaratnya kaya sebagai jembatan antara para endorse-an dengan outlet tempat aku kerja freelance. Sebenarnya agak kikuk karena aku sendiri enggak akrab sama cici dan koko. Beruntungnya di tempat aku bekerja dulu, selalu nemuin aku dengan orang-orang baru dan ber-akting untuk bikin suasana obrolan jadi lebih akrab serta nyaman. Ya beginilah mantan tenaga sales wkwk. 

Setiap hari keluar masuk gedung-gedung pencakar langit, ketemu orang-orang IT yang baru dikenal, tukeran watsap, akrab-in diri, iseng-iseng cari peluang jualan software IT. Lol. Ternyata ilmunya berhasil bikin aku jadi banyak ngomong supaya asik-asik jos wkwk. Padahal kepribadian bertolak belakang banget! 

Back to kuliner sama cici, kedatangan mereka ku sambut. Aku arahin ke salah satu bangku untuk duduk ngobrol bareng. Kita ngobrol-ngobrol basa-basi, kenalan lebih dalam supaya ikrib (akrab). Seru juga! Sensasi saat bertemu dengan orang baru itu rasanya menyenangkan. Ilmu mantan sales pun kepake juga, ternyata ada gunanya. Aku gak gugup saat ngobrol, bahkan juga enggak kelihatan "mikir" gue nih mau bahas apalagi ya? Ngobrolin apalagi ya? LOL. Semua pembicaraan mengalir gitu aja dan serius ini asik banget. 

Selama proses shoot pun aku pantau yang mereka lakukan, sekali-kali iseng nge-video in dan moto, lumayan buat isi story di instagram. Oh ya, mereka juga bekerja cepat. Saat shoot enggak ada tuh dari mereka yang kelihatan bingung atau ada masalah komunikasi misalnya cici ngerasa si koko nge-shootnya terlalu dekat jadi kelihatan lebih ngezoom wajahnya. Atau si cici terlalu cepat saat nyeruput mie jadi di videonya kurang bagus. Enggak ada tuh masalah-masalah kayak begitu. Semua berjalan dengan baik. 

Sampai hasil kontennya di upload pun juga berjalan dengan baik. Yeay disini aku ngerasa sebagai PR yang berhasil padahal baru satu pengalaman undang artis untuk tujuan Promosi atau menaikkan Branding perusahaan. Beberapa tahun lalu masih belajar teori tentang hal ini, eh setelah lulus baru deh terjun ke praktek. Nah ini dia sedikit cuplikan pas cici lagi proses shooting...



Ada cici-koko, dan juga tim design

Ini dia hasil endorse yang di upload ke instagram @kulinersamacici. Cekidot

Jumat, 26 Februari 2021

Staycation di Novotel mangga dua

Halo republik! *ceilah. Gak berasa di tahun 2021 saat ini kita semua memasuki bulan ketiga setelah melewati januari dan februari. Satu tahun tuh cepat berlalunya ya. Hal yang perlu disadari, kita hanya sementara hidup di muka bumi ini maka dari itu perlunya sukacita dan rasa senang menaungi hidup sehari-hari amin.

Tahun ini aku memasuki tepat usia 25 tahun. Birthday ke 24 kemarin aku rayain dengan staycation di Novotel mangga dua. Sebelumnya, aku pikirin dulu faktor apa aja yang bisa ku lakukan saat staycation nanti, pastinya segala faktor itu yang menunjang kepuasan ku untuk berlibur di hotel. Biar gak sayang-sayang kebuang duit buat budget staycation gitu gaes hehe 

Pertama, tentunya pingin tidur di kasur empuk dan atmosfer udaranya tuh dingin ac. Hal itu tentunya termasuk ke fasilitas utama dalam semua penginapan. Yang lainnya, aku pingin bisa berendem di bathup. Dirumah enggak ada bathup karena luas tanah rumah kurang memadai, maka itu sekali-kali berendem di bathup pas lagi staycation tentunya peluang yang sangat relate bukan? Nah selain bathup, aku pingin ada kolam renang dan fasilitas fitness center. 

Selama masa pandemi aku udah gak pernah berenang lagi, fitnes, apalagi berendem di bath up (khusus ini emang enggak pernah selain ke hotel berbintang). Yang paling di rindu-in tuh bisa berenang lagi dan akhirnya di birthday 24 tahun bisa kesampaian deh. Senangnyaaa! 

Tampakan novotel hotel mangga dua

http://novotel-mangga-dua-square.jakartatophotels.com/en/

Budget kisaran diatas 1000 (satu juta), aku pesan yang get breakfast di pagi hari berikutnya. Penginapan cuma untuk satu hari aja karena emang pingin buang-buang waktu untuk puasin diri merayakan birthday ke 24.

Check ini sekitar jam 12, lalu aku bebenah sebentar, aku gak kepikiran untuk foto-foto ruangannya jadi ku selipin link dari sumber Novotel hotel langsung. Aku justru fokus buat ngerekam satu hari full momen kegiatan staycation di Novotel. Setelah puas take video dan selfie-selfie lucu, baru deh bersiap untuk renang.

Renang siang hari rasanya enak banget apalagi disaat cuaca enggak terik banget. Lebih ke cerah dan adem gitu. Habis renang, baru deh momen yang paling ku suka berendem di bath up sambil nonton tv sampai lupa jam! Ada kali aku habisin waktu sekitar 2 jam an cuma buat rendeman doang, dilanjut shower an biar busa-busa yang menempel di badan terbilas.

Habis itu aku mikir buat nyari makan malem. Karena lokasi hotelnya sebelah-sebelahan sama mall mangga dua square dan pusat kulinernya juga dititik itu, jadi enak lah aku. Mau makan, tinggal jalan 5 langkah dari hotel sampai deh. Order ayam kfc sama nasi. Eh disebelahnya ada indomart, jajan deh cemilan chiki-chiki dan beli aqua botol untuk stok di kamar.

Malam hari waktunya me time lagi. 



Itu dia foto yang diambil setelah aku check in dan malam hari nya pas lagi me time setelah kelar makan malam. Malamnya, aku gak gabut mikirin "mau ngapain lagi ya?" karena se-bengong-bengongnya disana dalam kondisi "enggak ngapa-ngapain" tuh rasanya tetep asik aja! Seru! Bahagia! Itulah atmosfer staycation yang bikin aku senang dan puas hehe. 

Karena fasilitas wifi disana sangat memadai banget, habis sibuk upload apapun di instagram story, baru deh aku fokus nonton tv dikamar. Tayangannya juga channel dari parabola atau first media gitu dan segala tayangan yang diputer, alur ceritanya tuh asik-asik. Aku kalut nikmat dalam fasilitas hotel berbintang ini tuhan.. 



Setelah puas nonton dan udah kebawa suasana ngantuk di malam hari, lekas lah aku tidur. Bangun pagi-pagi biar gak sayang budget karena masih ada 1 fasilitas yang pingin ku lakuin tapi belum cukup waktu di hari pertama. Pagi-pagi buta aku langsung pergi ke fitness center. Disana sepi dan cuma ada aku yang olahraga sendirian. 40 menit cukup lah untuk nge-gym.

Kelar fitness baru deh aku makan dan dilanjut dengan mandi di bath up lagi sampai bosan. Habis itu bersiap-siap untuk check out sekitar jam 12 an. Kembali ke rumah dan jalani rutinitas seperti biasa lagi. Pengalaman 1 hari menginap di novotel mangga dua saat birthday 24 tahun rasanya bikin seneng dan memuaskan diri sendiri. Semacam aku ngasih "award" ke diri sendiri untuk relaksasi dan self love atau memanjakan diri. Fix tinggak kepuasan hidup dan kecintaan diri jadi meningkat 100% LOL.

Cekidot video 1 hari full aku staycation di novotel mangga dua! 

Sabtu, 16 Januari 2021

Mix and Match Clothes DIY (cute blue dress)

Ngomong-ngomong selamat ulang tahun corona di indonesia! Gak nyangka udah satu tahun aja hidup kita di muka bumi indonesia ini bersinggungan dengan virus covid-19 yang wabahnya masih belum juga hilang. Entah tepatnya muncul di tanggal dan bulan berapa, tapi rasanya sudah kehitung satu tahun semenjak PSBB dimulai sejak tahun 2020 lalu. Sedih ya? Banget. Bersabar saja, lekas pasti keadaan kan membaik. Amin

Karena kehidupan ku yang serba dirumah aja terkait aturan dari pemerintah mengharuskan tetap #dirumahaja, lantas jadi gabut lah aku. Tapi karena adanya psbb dirumah aja bikin aku bisa ngerjain hal-hal yang belum rampung ku kerjain. Seperti edit-edit video yang draftnya sudah kepenuhan, mikir ide kreatif apalagi untuk isi konten blog dan youtube pribadi. Karena enggak bisa hunting photoshoot ala-ala bareng teman-teman lagi, muncul deh ide hingar binar untuk Mix and Match pakaian dan jadilah Dress biru yang ku ala-ala hingga jadi cute tampilannya.

Dress biru ini seperti tank-top, terdapat satu uraian tali dibagian pundak. Untuk bahannya mirip seperti daster. Ber-bahan lembut yang kainnya lunak, mudah lemas, ringan, berbahan jatuh. Jadi bener-bener ngikutin haluan penggunanya. Cocok buat dipakai tidur, dirumah aja, bahkan kalau lagi di Bali dress ini bisa dipakai keliling buat jalan-jalan sepanjang trotoar atau nyantai enak di pantai sambil merasakan iringan semeliwir angin. Eitsss, itu kalau di Bali.... kalau di wilayah luar kota bali sedikit agak kesulitan.

Karena dress biru ini benar-benar simple dan kurang oke kalau dipakai ke acara umum seperti dibawa mejeng ke mall, dipakai jalan-jalan dikerumunan orang, maka aku coba padu padankan sama selendang putih bermotif biar hasilnya punya kharisma elegan dan perpaduan warnanya enggak nabrak. Polos ketemu motif, oke dipandang. Perpaduan warnanya juga menyatu. Biru dipadu putih yaitu warna netral. Begitu aku padu terdapat dua style yang bisa dipakai. 

Style pertama...


Kain selendang aku kenakan diatas pundak dengan sisi panjang kiri-kanan sama rata, bagian selendang yang jatuh di sisi belakang punggung. Lalu bagian punggung cuma sekedar diiket pita biar kayak dress jaman aku kecil yang bagian belakang punggung ada tali jatuh untuk diiket berbentuk pita. Style selendang ku buat menutupi lengan dan mengikat dengan tubuh supaya enggak bikin ribet si-pemakainya. Sudah deh. Bisa dipakai ke acara lebih formil seperti kondangan, atau sekedar dinner dengan keluarga di restoran, bahkan untuk mejeng di mall juga pantas-pantas saja. 


Style kedua...


Untuk yang lebih modis kali ini aku buat jadi dress tanpa lengan. Semua bagian yang menutupi lengan ku impit rapat-rapat di bagian punggung dan sekitarnya. Fungsi kain selendang hanya sebagai penghias bagian sekitaran dada hingga punggung. Bisa saja model seperti ini dibuat tanpa dipadu selendang, tapi hasilnya kurang cocok buat dipakai modis ditempat umum. Nah selendang putih ini berhasil membantu style yang tadinya zero/nol menjadi indah atau ber-aesthethic untuk tampilan gaya. 

Simple tapi tetap modis and chic dan yang paling penting yaitu gak malu-maluin kalau dipakai untuk modis keluar rumah apalagi ditempat keramaian. Untuk video lengkap tutorialnya cekidot yaaa!





Selasa, 15 Desember 2020

Ramen Eksotis bikin Nagih! "Sai Ramen"

 


Itulah menu enak yang dihidangkan dari restoran makanan Jepang "Sai Ramen" yang lokasinya berada di Synergy Building Alam Sutera. Dari tampilannya aja menggiyurkan, gimana kalau cobain langsung? Ah bikin nagih cita rasanya. hehe

Jadi, Sai Ramen ini lagi viral banget dikalangan sosial media Tik Tok dan Instagram. Mungkin bagian yang handle sosial medianya memang udah jago. Brandingnya oke, iklannya mantap. Bikin orang-orang selalu berdatangan gak perduli hari kerja atau hari libur, suasana resto selalu ramai dan selalu waiting list. Karena banyak pengunjung yang berdatangan, hal ini juga jadi penyebab orang-orang yang belum kenal Sai Ramen jadi terus berdatangan karena penasaran akan cita rasa ramen itu sendiri atau penasaran akan ke viral-an sudut ramen kecil ini. 




Beginilah tampilan Bar Sai Ramen. Tersedia hanya beberapa bangku saja, mungkin hal itu pula yang jadi penyebab dari banyaknya pengunjung harus waiting list sampai beberapa jam, paling lama waiting list bisa sampai satu jam tiga puluh menit. Lumayan cukup lama untuk bersabar karena cacing di perut sudah meronta-ronta ya bun. 

Tampilan Bar Sai Ramen sendiri juga eksotis elegan. Tampilannya dinamis minimalis ala suasana Japan. Biarpun restonya berada di daerah Alam Sutera, tapi dengan datang ke Bar Sai Ramen jadi berasa kayak lagi ada di Resto Jepang beneran deh! hehe



Menu yang disuguhkan juga terbatas. Benar-benar difokuskan ke hidangan Ramen khas Sai. Minuman yang tersedia juga hanya Ocha tea yang enggak dingin. Suasananya ala ke japan-japan an, hidangannya pun juga Japan banget! Kalau biasanya aku nonton film orang Japan, mereka enggak banyak pilih varian minuman. Selayaknya minum yang sehat cuma air putih atau ocha tea. Sejauh ini aku belum pernah ngeliat mereka minum yang rasa-rasa lain kayak misalnya jus alpukat atau wedang jahe HAHAA. Oh ya, selain air putih dan teh ocha, mereka juga sering minum beer. Kita sebagai orang timur jangan mencontoh yaa. Minum air putih aja karena sumber air di Indonesia gak habis-habis. 

Well, keunikan dari Sai ramen ini yaitu kuah yang dihidangkan benar-benar kental. Kuahnya gurih, manis, renyah, bener-bener berasa beda kayak umumnya Ramen. Selain dari cita rasanya yang unik dan enak banget, kalau dilihat dari harganya "yaa ampun aku gak percaya!". Karena umumnya Ramen enak yang selama ini aku makan punya standart harga kisaran 40 ribu sampai sekitar 60 ribu an. Sementara Sai Ramen ini menjual ramen enak dengan harga dibawah standart kalangan ramen-ramen enak di muka bumi ini bun. 

Oh yaa, kalau kalian mau datang icip Sai Ramen ini bisa datang dari pukul 10 pagi sampai jam 2 siang. Jangan datang sore atau malam. Karena lebih dari jam dua siang biasanya stok Ramen sudah habis. Jadi usahain datang lebih dulu dan ikuti budaya waiting list yaa daripada datang ketika sepi tapi ternyata produk sudah habis, kan sedih yaa bun.

So, bikin penasaran gak? Selain bisa makan enak dengan harga relatif murah, kamu juga bisa foto-foto cantik lalu di tag ke Instagram SaiRamen. Lumayan untuk panjat sosial mengikuti standart era ke viral an jaman masa kini. Bisa diliat juga video aku ke Sai Ramen ya. Yuk Cekidot!!!! 


Jumat, 06 November 2020

Korean Food Cafe enak tapi aku Smaput

 



Sebelum aku bikin postingan, udah ku share lebih dulu gambaran makanan dan videonya. Semoga kalian enggak kelaperan sambil baca tulisan ini yaa. Jadi begini, hari-hari kemarin aku baru aja abis pergi ke "Kedai Roti Ibu Saya" dimana semua makanan dan minumannya itu dijual dengan harga 5 ribu rupiah. Aku order roti cokelat kacang, duh rasanya enak banget! Mohon maaf gak sempet ke foto, karena udah langsung keburu ngiler pingin dilahap. Signaturenya emang roti bakar khas yang rasanya super duper nyatu dengan rotinya. Rasa selai nya enggak bikin eneg, dan rotinya juga sedikit crunchy dan lembut. Enak banget jadi buntelan lidah. Dan minumannya ku pesan es susu cokelat. Cokelat campur cokelat, enak. Bisa di check disini (Kedai Roti Ibu Saya)

Ternyata roti dan susu cokelat aja enggak bikin kenyang, alhasil aku melipir ketempat lain. Karena pingin yang berkuah-kuah dan ada campuran korean food nya, aku pergi ke "An-Nyeong Korean Food Cafe" di Bintaro. Untuk kisaran harga buatku ini masih standart murah. Minimal harga dari lima ribu rupiah untuk es teh manis, ocha free refill cuma delapan ribu rupiah. Nah disini aku pesan ketiga makanan diatas. Yang jadi menu makan malam ku yaitu raimen atau ramyun. Rasanya enggak beda jauh kayak Shin Ramyun yang dijual di Indomart harga 12.500. Kebetulan ramyun itu memang favorit aku banget, jadi aku bisa tau ehehe. 

Pertama icip tteokpokki (kalau gak salah eja) itu rasanya enak, kenyel, manis dan sedikit pedas. Aku suka lah! Ternyata pesananannya kebanyakan, belum sampai sushinya kemakan, fix udah kenyang duluan karena ramien. Jadi ramien nya itu porsi ukuran besar, ditambah ada telur. Enak dimakan kalau emang perut dalam keadaan kosong dan lapar. Karena sebelumnya aku udah makan roti cokelat kacang, lanjut ke ramien. Alhasil tau kah apa yang terjadi? Aku smaput kekenyangan nelangsa.

Di kedai roti, adekku yaya bilang "jangan makan cokelat sama mie, nanti bisa keracunan. Gini nih kalo dikeluarga gak ada yang anak IPA, jadi asal milih apa aja dimakan!" tapi aku gak perduli, dan malah kelupaan kalau ternyata habis makan roti cokelat kacang, aku lanjut dengan makan mie. Efek samping setelah kekenyangan penuh, aku ngerasa perut udah penuh dan gak muat untuk nampung apapun lagi. Alhasil sushi dibawa pulang. Tapi untuk review keseluruhan rasa dari menu di Annyeong Korean Food Cafe ini rasanya fantastis dan enak sih. Untuk yang suka perpaduan manis pedas gurih pasti suka! 

Nah selain itu, perutku juga rasanya kayak mau meledak. Entah ledakan gas beracun atau ledakan untuk dimuntahin. Aku smaput diem aja gak bisa ngapa-ngapain. Lemes pun iya. Dari rasa kekenyangan yang pernah aku rasain, kayaknya cuma nunggu beberapa menit dan setelah agak turun, rasanya udah balik normal. Tapi ini enggak, aku udah nunggu beberapa menit tapi setelah itu malah rasa sakit yang enggak karuan. Aku pingin muntah, tapi kepikiran sayang-sayang udah makan sampai 200ribuan masa dibuang gitu aja. Aku ke toilet, tapi susah buang air besarnya. Aku buang gas, tapi cuma bisa dibuang sedikit aja. Sisanya masih banyak yang tertahan diperut. Rasanya pingin dikerokin karena kayak masuk angin. Bahkan rasanya kayak mau menjemput ajal, entah kenapa terbesit pikiran kayak begitu. 

Sampe-sampe aku bikin cuitan di twitter tentang wujud terima kasihku atas hidup yang sudah ku jalani. Entah kenapa bisa-bisanya aku bikin seperti ungkapan terakhir atas hidup. Duh nelangsa melankolis banget! Jadi intinya, jangan makan mie setelah makan cokelat atau jangan makan cokelat lalu mie dalam beberapa jam. Bahaya akut karena bisa menyebabkan kematian. Gak cuma rokok yang bisa menyebabkan kematian, ternyata cokelat campur indomie pun juga bisa. Untung sekarang ini aku sudah sembuh guys. Gak lagi-lagi deh kelaperan tingkat dewa sampai apapun dilahap. Huftt 

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Fransisca Williana Nana
Lihat profil lengkapku

Followers

total human

Popular Posts